Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Alvawan Nazmi; Surat Sejati Buat Guru Raihanah Elyani

Ini adalah cerita tentang guru yang kurang tersenyum. 
Seorang guru yang mengajar di Sekolah MAN 3 Rukoh, Darussalam, Banda Aceh.

Kelas satu, tahun 2005.

Ketika itu, jam pelajaran kosong. Kami mendadak kedatangan guru Matematika. Namanya Buk Raihan. Guru super cepat; kalau jalan cepat, kalau ngajar cepat, kurang senyum, kurang basa-basi. 

Hai.....


Kayaknya buk Raihan waktu kecil orangnya tertutup sekali. HAK.

Setiap masuk, senyumnya selalu tidak ada. Hanya berfokuskan pada pelajaran saja. Walaupun begitu kami terasa dekat dengan beliau. Tapi, kharisma Buk Raihan tu yang tidak pernah hilang dari mata kami. Begitu cantik, perawakannya, sangat menjunjung tinggi nilai perempuan. 

Akan tetapi, jujur Buk. Saya dan teman cowok yang lain tidak mengerti Matematika yang Ibuk ajarkan. Kami hanya memerhatikan cara mengajar Ibuk yang sangat sedap. Tidak ada satu pun yang tersirat dalam kepala saya, hanya saja Kuadrat itu yang mengoyangkan kepala saya.

Ibuk Raihan di mata saya adalah seorang pejuang. Petarung dalam kehidupan. 
Saya sangat suka dengan tipe petarung. Hehe. Andai saja…. Beliau masih MUDA. HAK. 

Saya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan beliau. Tapi... karena kesibukkan.... Hmhmhm.

Oke ya. WE LOVE TEACHER RAIHANAH ELYANI. 

Senin, 01 Agustus 2016

Alvawan Nazmi; Surat Buat Nurul Ismi Siswa yang terimut se-Galaksi

Seorang Siswi memberikan tulisan ini kepada saya. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam lalu sampai sekarang masih saya ingat. 

Saya bagikan di sini karena saya ingin agar Guru diluar sana jangan takut untuk memberikan Metode yang baru yang dianggap aneh bagi siswa/i yang diajarkan. 
Yang belum pernah membacanya bisa bermanfaat.



Hai, Nurul Ismi apa kabar?
Semoga selalu baik-baik saja ya. Kamu masih ingat dengan kelakuan saya, mengajar di kelas kamu? kalau benar kamu ambil ya, kalau salah kamu bakar saja. 



Begini ceritanya...

Pertama sekali saya mengajar di sebuah sekolah, saya bertemu dengan banyak siswa/i, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Saya ditugaskan mengajar untuk kelas 1-4, 1-3 dan 1-5. Sebelum saya terjun, saya menyiapkan Metode Mengajar Stand Up Comedi yang masih panasnya masa itu. Metode seperti ini jarang atau bahkan tidak ada Guru yang pakai. Saya berevolusi sendiri. Bagaimana kejadiannya, apabila saya memakai metode seperti itu.

Metode dengan judul Saya Galau, menjadi trend topic di sekolah. Tiap kali saya masuk kelas siswa/i berteriak “Bapak Galau…….!!” 
Ada yang berbisik-bisik, “Eh, tahu enggak? Bapak Galau mau masuk tuh.” 

Di setiap sudut, di setiap peluang, di setiap jalan, Kata Bapak Galau selalu terdengar dan menghantui saya setiap hari. Banyak siswa/i yang komplen terhadap cara mengajarku. Kadang mereka senang, kadang juga mereka kesal dan marah. Bahkan ada yang buat status di Facebook "Pagi-pagi udah Galau, Hadeuuhh..."

Sudahlah, Mungkin itulah yang mengingatkan saya sama siswa/i di sekolah.

Saya salut dengan kalian semua anak kelas satu yang saya ajari dulu. Sekarang mereka sudah menjadi anak-anak hebat. Ada jadi Dokter, Guru, Teknik, Entrepreneur, dll.
Saya selalu mengingat kalian….
Pesan saya, ‘Be humble n keep spirit.’

Selasa, 31 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Maulidi Saputra Sang Gitaris Gaul

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh



Sheiiiiitttt, Fuck the Hell Molidi.

Cowok brengsek satu ini adalah teman kampretku masa dulu di MAN 3 Rukoh. Banyak kebejatan yang kami lakukan. Mulai dari pipis di toilet misteri, merokok depan sekolah (Kios Ngoh). Nyontek bersekala besar. Gangguin teman cewek dalam kelas dan masih banyak lagi. Kami selalu bermain bersama di sekolah. Kekompakkan kami menuai keirian dengan kelas lainnya.

Teugoh sms keu ayang, bek karu-karu beh :D

Setiap istirahat, kami selalu merokok diluar sekolah. Dari dulu memang molidi sangat aktif merokok. Lihat saja, mukanya seperti kentang goreng, tipis namun renyah. Dia selalu memakai kacamata hitamnya ke sekolah. Karena kami penasaran; bagaimana bentuk wajahnya, aku memaksa melepaskannya.

Kami sempat berantem cilet-cilet, karena dari sisi lain aku dipancing oleh si Pan Panjang (kamu tahu orangnya siapa). Untuk mencoba membuka kacamatanya.

Kegilaan penuh kegilaan atas apa yang kami lakukan. Dia tidak sombong, baik juga tidak. Tapi mempunyai perangai yang ramah. Untuk urusan cewek dia paling gatal waktu dulu, namun tidak pernah terlihat saja oleh teman lain. Dia tahu cewek yang cantik, bahenol, dan asoy. Namun tidak berani mengungkapnya.

Tak ada angin, tak ada hujan. Dia sekarang menjadi Jagoannya. 
Tanpa pemberitahuan yang jelas, akhirnya kampret ini menikah dengan cewek cantik.
Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya? Aku aja turun gunung naik gunung, tapi belum mendapatkan cewek idamanku. Tapi, alam berkata lain. dia berhasil menikah lalu mendahuluiku.

Brengsek !

Bahagianyaa.... Aku ikut bahagia juga :)

Sebenarnya dia anak Band, jago main gitar. Dan terinspirasi dari Grup Band Radja. Gitaris Molidi. Di kelas, kami sering memainkan musik, mulai dari pukul meja, bawa gitar kapok, dan menyanyikan lagu kesukaan kami. Sehingga kami berteriak seperti orang gila. Dan menganggu kelas lain.

~Dulu kami sering memutar lagu LinkinPark di HP~

Kami dulu adalah sekumpulan orang Brengsek. Saking brengseknya, aku dan teman lain sering dipandang negatif oleh kaum cewek. Tapi, tak apalah. Badai pasti berlalu. Sekarang kami bangkit menjadi Pria baik, dan Suami yang baik untuk Istri dan Anak Kami. Kelak. *TOS

Setahuku, dia sekarang menjadi penguasaha dapur. 
Memiliki Istri yang cantik.
Mempunyai Penghasilan yang Sehat.

Kadang kami rewel, Kadang juga kami ribut. 
Itu semua mempunyai cerita, yang tak bisa hilang dari memori kami.

So, "Ik ben blij met elkaar eens, het spelen van muziek zoals bedelaars op school, mis ik een lange tijd en ik wil het weer terug ..." *jerman

Minggu, 29 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Cut Riska Aliana di Awal Ramadan 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

“Aku bodoh..”.
Kira-kira itu yang terletak dalam otakku saat ini. Dia jauh lebih pintar dariku, dan banyak akal. Dia tidak suka diganggu dan tidak pernah ada cowok yang menganggu dia. Karena badannya yang kekar seperti anak lelaki pada umumnya. Jadi, para cowok enggan untuk mendekatinya.
Aku enggan menulis cerita atau sub biografinya disini. Karena tidak ada cerita hebat tentang dia dalam memori kecilku. Hampir semua teman di sekolah MAN 3 Rukoh kutulis disini, tapi entah kenapa kini aku menuliskannya.
Dia adalah Cut Riska Aliana. Tinggi 169 cm, berbadan sehat (gemuk dikit) bibir melebar, dan persis seperti Ibu PKK. Postur tubuhku dan dia tidak jauh berbeda. Kami memiliki kesamaan, terutama bentuk wajah. Iya, muka kami terlihat lebih tua dari umur kami.
Senyumnya Itu Lho. :D
Dia tidak cantik. Cuma keadaan yang membuat kecantikkannya bersinar. Dia tidak seperti cewek lain. Jarang sekali menata wajahnya, begitu pula dengan fashionnya, tidak dipedulikan sama sekali. Heran saya.
Aku tidak pernah tahu tentang pribadinya yang dalam. Sehingga aku menerka-nerka. Seperti abang Mulkan, aku kira itu abang kandungnya, tetapi itu hanyalah tipuan semata. Guru yang bernama Ibu Cut, aku kiranya ibunya, tetapi itu hanya muslihat semata.
Begitupula dengan status dia sekarang. Dari dulu dia tidak pernah tercium bau asmara dengan cowok lain. Sampai sekarang aku tidak tahu.
Hmhm.. .. :D
Aku ngak tahu dia sekarang bagaimana, keadaannya, bahkan status tinggalnya sekarang aku tidak tahu. Belakangan ini dia sering pergi sana-sini. Terakhir di Jogja.
Dia very nice, dan sangat terjaga kewibawaan harkat wanitanya. Sangat very ke Ibu-ibuan. Sangat beruntung mendapatinya. Karena well, dia princess satu-satunya dalam keluarga, dan abangnya ada dua. Setahuku.
Oke, cukup itu ulasan tentang dirinya. Dimana pun kamu berada, tetap kasih yang terbaik buat keluarga ya, sahabat dan orang terdekatmu. Tetap Semangat ! 
End.

Jumat, 04 Maret 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Banta Chairullah Warior dari Aceh Tamiang

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

Cerita tulisan boleh singkat tapi cerita fakta sangat panjang. Walaupun singkat, inilah yang bisa kutuliskan, saking banyaknya bayangan kau dalam otakku sehingga menjadi panas, barulah kutuangkan disini. Jadi simak baik cerita ini.

Apa kabar men, apa yang kau lakukan disana. Bagaimana dengan The Boxing ninja Warior kau. Sudah ada peningkatan? Ronde terakhir aku yang menang ketika Gaya Boxing ala Smack Down ku menang dengan Boxing Ninja Warior kau, hak-hak.

Aku akan bercerita tentang seorang teman yang selalu bersama-sama, suka cita, telah kami alami dan kami rasakan hebat. Ketawa, senang, bahkan perselisihan, hampir adu jotos pernah aku alami, tapi sayang hal adu jotos tidak terjadi. Aku pengen sekali berantem beneran sama dia, tapi aku tidak sanggup untuk memukulnya, bagiku dia adalah teman baikku selama hidupku yang ku kenal.

Dia adalah Banta Chairullah, aku memanggilnya bejat cantoi, alias caca gelik, alias canta acing. Teman geblek, tolol, gila yang pernah aku temui di jagat ini, mempunyai pengalaman yang tak terbayangkan dalam hidupku. Banyak ilmu yang aku serap dari dirinya. Seperti gaya dia berbicara yang alot dengan penuh intonasi yang menggelikan, teknik kumunikasi yang dalam, serta pengalaman hidup yang menyenangkan, seperti melacak cewek yang lagi jomblo untuk dipacari, memahami dan meneliti kenyamanan cewek, apa sih cewek butuhkan dalam pacaran.

Hati-hati, jangan percaya, jangan kasih duit walaupun wajahnya menderita gitu


Aku mengenal dia ketika di kelas dua, MAN 3 Rukoh Banda Aceh

Dia pindahan dari sekolah SMA Kejuruan Muda Aceh Tamiang. Saat itu, dia diantar oleh makciknya kebetulan guru di sekolah tersebut. Semenjak itu, aku mulai menjalin persahabatan mucikari dengannya hidupku mulai tak karuan lagi. Banyak cerita dan kejadian yang aku alami bersama dia. Seperti, perdebatan, pertikaian, kepahitan, senang, menderita, sampai-sampai kami pernah tidak berbicara selama 2 bulan lebih.

Banyak yang harus kutulis disini tapi tanganku tidak sanggup untuk menuliskannya. Karena banyak kali kasus cerita yang aku alami dengannya, dia adalah teman baik, yang pernah kutemui dalam hidupku, teman yang dulunya memberikan ilmu kehidupan, inspirasi dan motivasi kuat untukku.

Hal yang ingin kusampaikan kepadamu ketika bertemu nanti adalah jangan pernah merubah kebiasaan kau dulu, kebiasaan yang pernah kita alami, kebiasaan kau itu yang membuatku enjoy bersahabat denganmu.

Aku tahu, sudah hampir 5 tahun kita belum bertemu semenjak tamat kuliah tapi bukan itu yang menutupi persahabatan kita. Tetap komunikasi ya bro. sampai bila-bila nanti kita pasti akan ketemu dan melakukan sesuatu geblek, tolol dan bodoh lagi, yang kita lewatkan semasa dulu. HAK.LOL.

Kamis, 25 Februari 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Razaq Al Husaini Setelah 8 Tahun lamanya

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh


Aku akan bercerita sangat detail kali ini. Karena well, teman satu ini tidak pernah dan susah aku lupain. Terlebih dahulu, aku sampaikan permintaan maafku. Mungkin kalian membaca agak kurang sreek tentang bahasa tulisannya agak kasar. Karena well, memang beginilah gaya bahasa pertemenan busuk kami. 

Dimulai dari hari yang cerah, aku ngak tahu tanggal berapa dan hari apa waktu itu. Yang kutahu aura pagi itu tidak enak, karena aku bisa mengendus tajam dari hidung pesekku yang melebar. Aku ngak tahu pasti dari mana dia datang, entah dari planet mana. 

Katakanlah dia muncul pertama kali dari sudut lorong, dekat tangga. Dia berjalan dengan Guru Matematika menuju kelas 2 lantai 2. Aku sempat melihatnya dari kejauhan tapi ngak lama, karena merasa segan sama Buk Matematika, aku merogos masuk ke dalam kelas begitu saja. 

Dia merasa sok keren, dan berdiri disamping Buk Matematika saat berada dalam kelas 2. 
"Nanti ketua kelas, ambil meja di gudang ya, buat teman kalian" kata Buk Matematika sambil memandangku tajam. 

Ya, saat itu aku menjadi Ketua Kelas yang kedua kalinya. Berkat badan dan suaraku yang meruak-ruak tiap kali menggila kalau ada saja ada kurang beres dalam kelas. Karena aku ketua kelas sekarang, jadi soal meja dan kursi aku yang ambil di gudang sekolah. Kampret !
Buk Matematika sempat bilang lagi, “ini ada anak baru, baik-baik ya” sambil Buk Matematika meninggalkan ruangan kelas.

Hmhmhm… Saat itu, Kriminalisasi muncul dalam otakku seketika. Bau-bau kejahatan sempat tercium dari sekujur badanku; Seperti membuat perjanjian preman dalam kelas, mengintimidasi dengan kata-kata jorok. Tapi sayang. Hal itu tidak bisa kulakukan, karena aku tahu, jabatanku sebagai ketua kelas harus melindungi yang lemah dan selalu bersikap baik. 
Dan juga aku ngak tega melakukan hal seperti itu kayak di film-film. AKU JUGA MANUSIA.

Setelah itu, aku berbaik hati mengambil meja dan kursi. Tiba-tiba Buk Guru Bahasa Inggris masuk kelas. Anak koncrot tadi pura-pura ngak tahu apa-apa. POLOS tanpa dosa KOTOR. 
Lalu, absen pun berjalan. Dan diakhir-akhir itu. Guru Bahasa Inggris bilang sambil melihat sekeliling, "Ada yang belum dipanggil?". "Ada Buk". Nyahut seorang cewek yang kutaksir di dalam kelas. "Siapa?". "Anak Baru Pindah Buk". 

Tak lama, anak baru tadi, maju ke depan dan memperkenalkan kepada kami secara resmi. Karena hari itu pelajaran Bahasa Inggris, jadi soal memperkenalkan harus juga dengan Bahasa Inggris. Oh ya, begitukah ! cara mempersilahkan/menyebutkan nama brengseknya dihadapan semua teman-teman dengan pakek bahasa inggris. TOLOL.

“Hello, my is Razaq Al Husaini, I from bandung”

Semua teman-teman takjub melihat si kribo itu (julukkan tolol yang dikasih sama teman-teman kelas). Detik-detik dimana aku mulai tersingkir dari hadapan mereka. Karena well, aku memang bego, ngak pantas aku jadi ketua kelas. Akhirnya semua hak heboh, hak siar, hak terkeren, hak taksir aku direbut sama dia. Brengsek !

Dia kurus, putih dan memakai kacamata. 
Tunggu dulu! Kalian lihat sendiri saja poto dibawah ini. 

Tahun 2007 Lagi menikmati tahtanya

Tahun 2016, sudah keren, sering selfi dan makin berisi

Setelah aku berpisah batin sama temanku di kelas satu. Perselisihan terjadi dengan kejam dalam kelas 2. Aku sempat terusik atas kekuasaanku, karena teman kelas satu (5) Junaidi pindah sekolah. Dia bilang ingin pulang kampung. Semenjak itu, propaganda, kelicikkan, terus menghembus dalam kelas itu. Kepintaranku lenyap seketika. Aku seperti orang asing di dalam kelas itu. Teman cewek dari kelas satu (5) tidak menghiraukanku sama sekali. Mereka asyik dengan X Kuadrat sama dengan Y pangkat Sepuluh. 

Ruangan itu bukan seperti ruangan belajar lagi. Arwahku sudah mati, semangat belajar maksudnya. Banyak teman-teman cowok yang main liar di kelas itu. Lama-lama kepintaranku sudah bergantung sama Si Kribo tadi. Aku sudah pasrah dengan pengetahuanku. Banyak Tugas dan PR yang dikasih sama Guru-guru aku nyontek dengan hebat sama dia. Nilaiku anjlok seketika, sikapku sudah berubah seperti orang yang hilang ingatan, aku tidak tahu lagi harus mau gimana. Proses belajarku sudah rusak. Si Kribo terus menolongku walaupun dia tidak benar-benar menolongku. 

Semenjak kedatangannya, hidupku sudah mulai rusak. Aku kalah dalam persaingan. Aku kalah dalam semua hal. I LOSE. 

Sampai sekarang, aku mulai berpikir. Banyak sekali yang mesti saya pelajari lagi di waktu dulu. Banyak pengalaman yang salah pas kulakukan di masa lampau. Pelajaran yang berharga adalah ketika pertama kali bertemu dengan orang asing. Orang asing itu adalah Guruku (bisa dibilang begitu), temanku yang pernah menolongku, membantuku, si KRIBO.

Masa lalu, aku tidak benar-benar jahat. Hanya saja kelakuan jahatku timbul karena dari faktor stres dalam hal belajar, rumah dan teman. Razaq Al Husaini, membuatku saat ini; menikmati atas namanya pengalaman. 

Dulu sempat terdengar kalau dia berkata "Belum pernah kutemui orang (aku) seperti ini." 
Jawabanku, sekarang kau temuikan? HAHA

Jujur, aku paling ngak suka kalau kamu berada dalam kelas itu. Tapi, ini sudah takdir. Kalau pun kamu tidak ada dalam kelas itu, SIAPA YANG AKAN MENGAJARKANKU BUAT EMAIL DAN AKUN FACEBOOK? iya, Facebook yang aku gunakan sekarang adalah suatu Ilmu yang kamu kasih ke aku, dan itu menurutku sangat berharga. 

Terima kasih sudah memberikanku pengalaman hidup; cara bergaul, cara bersikap, dan cara menerima dengan ikhlas. 

Mohon maaf di masa lalu; Aku bersikap kurang adab, kata-kataku yang selalu jorok, bertingkah aneh dihadapanmu. 

Ketahuilah teman. Aku sangat bangga terhadapmu, dan..... I MISS YOU.

Jumat, 12 Februari 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Isra Rahmi di awal Tahun 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.


Nama dia Isra Rahmi, panggilan curet. Iya, curet. Entah siapa yang memberi nama kotor itu untuk dia. Oke caulm down. Orangnya biasa aja. Tapi banyak yang bilang badan dia kurus kering, tingginya 166 cm, setahuku. Kalau mau lihat ciri-cirinya silahkan lihat poto dibawah ini:



Dulu di MAN 3 Rukoh, aku salah satu cowok yang nembak dia secara langsung. Tapi cuma adengan rekaan. Ya. Saat itu, pertama kali masuk sekolah, kami kenak ospek sama kakak leting. Kami digenjet habis-habisan. Waktu itu, ada kakak letting yang gerjain aku.
Karena aku terlihat bego dan malu-maluin. Aku disuruh kasih bunga sama cewek tadi yaitu Isra. ‘Nih, bunga,’ kataku.

Momen seperti itu belum pernah kurasakan sebelumnya… GILAAAKK MEN, itu pertama kali nembak cewek depan orang banyak. Tapi cuma sandiwara saja. HUFP.

Dia termasuk salah satu cewe yang terkenal di sekolah dari Kelas 1 sampai kelas 3. 

Pertama kali masuk kelas 1, aku merasa canggung dengan dia, kayaknya perasaanku udah punya pacar gitu. Sebenarnya pengen aku dekatin, karena muka dan badanku tak memenuhi kriteria, aku akhirnya memudar.

Masih di kelas 1. Banyak cerita tentang kepedeannya dihadapan teman lain. Misalnya ada kegiatan PMI di Aula. Dia selalu bisa, mencuri perhatianku dan teman lainnya. Dia selalu cuek kepada cowok, kalo diajak gomong pasti dia melihat kemana-mana. Paling kesal.

Aku gak tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang asmaranya. Dia tertutup. Mungkin dia milih jomblo dari kelas 1 sampai kelas 3. Aku ngak tahu pasti. Dan sampai saat itu statusnya belum jelas apakah dia pernah pacaran dengan cowok lain atau ngak?

Aku ngak berani macam-macam dengannya. Dia terlalu pintar untuk membuat suasana jadi kacau menjadi tentram. Pernah sewaktu aku godain tapi godaan aku belum mempan. Mungkin harus dibumbumi dengan cabe nuklir.

Ini ya, aku kasih tahu sama teman yang lain. Isra itu susah taklukkan.

Semenjak kelas 2 dan 3 aku berpisah dramatis dengannya, tidak ada canda dan tawa lagi, tidak obbrolan intim lagi, tidak ada curi pandang lagi. Semuanya buyar, gone, and meledak.

Aku tidak lagi mengenalnya seperti dulu, cuma mengenalnya seperti itu saja.
Akan tetapi, momen itu masih membekas dalam pikiranku. Momen penembakkan tolol itu; tolol karena aku mau menembak dia dan kasih bunga untuk dia.

Dimanapun kamu berada, aku cuma bisa berdoa; supaya kamu panjang umur, sukses selalu dan mendapat jodoh sesuai harapanmu.

*doa seorang lelaki bodo

Kamis, 24 September 2015

Alvawan Nazmi; Surat buat Lindawati di Hari Raya Haji

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.

Duh.. hhm.. hehe.. hukhuhk

Teman yang selalu tersenyum. Senyumnya yang manis selalu membuat para cowok terpesona. Iya, Lindawati. Seorang cewek hitam manis, penuh dengan pesona yang memikat.

Di sekolah kami tidak terlalu dekat, tapi dia selalu mengingatkan saya. 
Pertemuan terakhir kami, kalau tidak salah, pas jeguk Rizka Wildani di rumah sakit. 

Pernikahan. Rata-rata teman yang cewek di sekolah dulu sudah menikah. Sebut saja, Desi Mabrurah, Indri, Mulyani, Elidar. Dan teman yang lain seperti Veny, Rahmati, Rizka Wildani, Suraihana Mutia, bakal segera menyusul.

Ngak heran, kalau umur kalian sudah bisa melanjutkan hidup ke jenjang yang lebih mantap lagi. Nah, kaum cowok bagaimana? Faudi, dalam waktu dekat akan menyusul, Firdaus, saya kurang yakin dengan hubungan dia sama Elly. Banta masih lama. Ikram, tidak jelas status hubungan asmaranya. Ayattullah, masih kekanakkan, hehe. Kalau saya, belum ada cewek yang tepat. Intinya masih pilih-pilih, hehe.

oke kita lanjut cerita Linda. 
Untuk urusan pribadi Linda saya tidak tahu pasti. Tapi, dengar kabar dia sudah menikah dengan seorang cowok ganteng. Ya, bulan ini dia melangsungkan pernikahannya. Selamat ya.

Bagi saya, linda adalah tipikal cewek yang malu, berwibawa, simple. 
Di sekolah, tidak banyak juga cerita saya dengan dia. 
Mungkin saya sudah lupa, mungkin juga, hehe.


Satu kalimat buat Linda.
Happy Wedding Lin.

Selasa, 22 September 2015

Alvawan Nazmi; Surat buat Mulyani di Hari Raya Haji

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.

Tak terasa sudah 7 tahun kita tidak bertemu Mulyani. Ah, sekian lama itu apa saja yang telah terjadi dalam hidupmu? Saya rasa kamu mendapatkan apa yang menjadi mimpi terbesarmu. 

Gaya dan Senyum itu :D

Cewek yang super jutek, pakum, modis tinggi, gaya model oke, cantik, yang pernah menjadi idola dalam kelas. Siapa yang mendekatinya bakal dicuekin atau bisa-bisa dia bisa menendangmu. 

Sebenarnya Saya tidak tahu tentang keberadaan lia, dari kelas 1,2 dan 3. Karena saya tidak pernah mendekatinya bahkan saya tidak pernah berbicara secara serius. Cuma begitu saja, antara saya dan dia, lihat, pandangan, senyum. Walaupun begitu saya ingat kejadian di ruangan kelas masa itu. Saya ingat dari kelas 1, 2 dan 3 kamu selalu duduk dimeja belakang. Hehe. 

Wah, cepat sekali ya waktunya. Tidak terasa kamu menikah dengan suami terhebatmu, dan dengar-dengar kabar kamu sudah melahirkan anak kembar. Super lia. Salam ya kepada keluargamu, semoga kalian bahagia selalu.

Cuma itu yang saya tahu, tak banyak cerita, tak banyak cakap, dan tak banyak yang saya bagikan.
So, Happy Always Lia,
Miss U 

Alvawan Nazmi; Surat untuk Fauzi di Hari Raya Haji

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.

Namanya Faudi, seorang teman dengan karismatik yang luar biasa. Tanpa basa-basi dan selalu melakukan sesuatu dengan hati-hati. Sifat setia inilah yang ada dalam dirinya. Semasa bersama waktu sekolah, saya mengenalnya sebagai orang yang sederhana. Sekarang dia sudah tumbuh menjadi seorang real laki banget. 

Sesaat menjadi keren
Dia adalah teman baik yang selalu menyenangkan pas nongkrong bareng. Ada saja yang dilakukannya, dan membuat suasana tak karuan, kami selalu tertawa dengan joke bodohnya kita. Urusan cinta saya tidak peduli sekali dengan masalah satu ini. Di sekolah saya menilai dia itu Jomblo Kronis. Tidak ada cewek yang mendekatinya apalagi dia. Saya pikir dia tidak mengetahui soal pacaran.

Penuh Cinta

Tamat sekolah kami jarang sekali ketemu. Suatu ketika ketemu, dia sudah pacaran selama 7 tahun dengan sang kekasihnya. Waw. Setia Banget! 

Makan bersama menjadi simbol keromantisan

Saya pikir dia tidak tahu dengan cinta apalagi ada maksud untuk pacaran. Terkejut? Iya pastinya. Dengar-dengar sekarang dia lagi mengumpulkan mahar untuk sang kekasih. Syukur kamu berpikir seperti itu. Semoga kalian berjodoh. Tapi kalau dia dijodohkan sama orangtuanya, kamu tahukan harus datang sama siapa? Haha.

Soal saya gimana? jangan ditanya, saya masih lama, selama umur dikasih sama Allah saya akan menemukan yang tepat, seperti teman saya ini. 

Tidak banyak saya tulisakan tentang temanku ini, karena selama kami berteman saya hanya mengalami pertemanan cukup luar biasa. Saya bersyukur berkenalan dengan sosok songong ini, haha. 

Dari saya,
Untuk Akang Fauzi.

Minggu, 19 Juli 2015

Alvawan Nazmi; Surat Ikram Ramli di Hari Raya




Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.
Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.

Orang tidak ramah, penurut, pendiam, misteri, jiwa yang punya rasa haus tentang sesuatu keanehan. Iya kau Ikram RamliSeorang teman yang pernah bertemu di SMP 69 Darussalam, Banda Aceh beberapa tahun lalu.

Memang pantas kalimat pertama aku tulis seperti itu, karena memang begitu pengambaran yang aku nilai terhadapmu kawan, Haha. Teman yang tidak asing ini, mempunyai ciri-ciri orang jenius, nekat, dan punya ilusi yang handal dalam menciptakan suasana yang menyenangkan.

Aku bertemu dengannya dikelas dua Man 3 rukoh, aku sering main ke rumahnya, karena aku tahu dikamarnya pasti mempunyai benda yang bisa membuatku terpaksa mengatakan “waw, amazing”. Kamarnya penuh dengan benda yang jarang aku temui, dia menyimpan benda-benda aneh dikamarnya, seperti kolektor Psikopat. Haha.

Banyak ilmu dan ispirasi yang ku dapat darinya.
Orangnya selalu update, pemain game maniak yang selalu membuatku terpukau, tapi tidak becus dalam hal pelajaran. Aku kira dia memang bodoh, tapi iya, dia memang bodoh. Bodoh dalam hal pelajaran.

Dia suka sangat suka dengan mobil kelas kakap, sampai-sampai selfi dengan mobil punya orang, tak tahu mengapa dia begitu. Mungkin cita-cita tak kesampaian. Walaupun begitu, tampangnya lumayan pas-pasan, tapi dia hampir mirip dengan paul walker.

Soal cewek, jangan ditanya lagi. Setahu aku, pacar terakhir ini putus dengan secara tidak wajar. Paling pacaran sekitar 2 minggu gitu. Haha. Banyak penderitaan tentang dia yang berpacaran sama mantannya dulu. Namun dia tidak ngak menyerah, dia cari cewek yang levelnya paling atas, namun endingnya selalu berantakkan. Mungkin nasib, mungkin juga takdir cinta dia. 

Di sekolah dulu, dia selalu merekam aksiku ketika aku lagi kesurupan, stress dalam kelas sampai-sampai aku berkelahi sama Razaq, Arif dan Firdaus. Kami namain judul videonya fucking in Man 3 Rukoh. Banyak video yang tolol, bodoh, geblek, dan yang memalukan direkam semuanya.

Tak banyak juga, cerita tentangnya yang aku tulis Cuma begitu saja. Karena dia anak rumahan jadi ngak suka hura-hura di jalan. Tulisan ini bukan hanya memuji, walaupun kau sangat suka dipuji. Bahkan tulisan ini bukan hanya perkataan yang tidak sopan aku tulis. Tapi ini adalah cerita nyata, tentang aku dan kau.

Tulisan ini aku tulis apa adanya, memang sih aku pengen mengatakan hal ini sama kau, seperti saran antara kau dan aku sebagai kawan.

“Duniamu jangan kau ciptakan, bergeraklah dengan kehidupan nyata, bergaul dengan orang ramai, mencari teman jangan memilih, tanpa itu semua kau baik-baik saja. Ingat bro, aku sudah merasakan kehidupan keras, pahit dan pedih semasa aku kecil, kalau kau ingin melanjutkan hidup yang membawamu ke arah masa depan tinggalkanlah segala yang berbau game, kartun, dan khayalanmu. Umur 25 tahun bukan waktu main-main lagi. Target kita cuma melanjutkan hidup, apa kau tidak mau menikah dengan cewek cantik yang selalu kau tempelkan dipoto kamarmu, media social dan di dompetmu? Mungkin kau bisa lebih sukses nanti ke depan ketimbang aku ini, aku mau semua temanku sukses dan mendapatkan hidup bahagia dan senang. Buatlah sesuatu yang baru, mungkin itu bisa membantumu". 
Ah, terlalu panjang nasehatku, kawan. Aku kangen hal aneh yang bisa mengejutkanku seperti dulu. Terimakasih atas apa yang kau kasih dulu, semoga kita bertemu lagi kawan dan kalau tuhan berhendak, janganlah kau sombong nanti ketemu samaku, atau mungkin di jalan, jangan lupa untuk sapa-sapaan.

Dari Densus88geblek
Untuk emeng Ikram.

Rabu, 08 Juli 2015

Alvawan Nazmi; Surat untuk Teuku Mukhtizar dan Irfan Maulana di Bulan Ramadan 2015



Tulisan ini, aku dedikasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.  Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.

Hari pertama masuk sekolah.
Aku binggung mau pilih bangku yang mana, ada memilih bangku yang paling depan, ada juga memilih bangku paling belakang. Menurut tradisi dulu-dulu sebelum aku sekolah, barang siapa yang menandai atau yang pertama kali memilih bangku adalah pemiliknya sampai naik kelas. Cukup keren bukan.

Ketika itu, aku memilih bangku baris kedua. Saat itu, ada seorang cowok yang duduk disitu. Model Rambutnya dulu, aku masih ingat. Rambut di cat kuning dengan Model terbelah ditengah mirip vokalis peterpan pada masanya. 
Aku mulai berjabat tangan dan berkenalan.

Aku: Siapa nama Kau?
Aksennya memang begitu, campuran batak sama aceh.
Dia: T. Mukhtizar.
Aku: Di sebelah Kau ada orang duduk?
Dia: Ngak ada, Silahkan.

Dia adalah teman pertamaku waktu sekolah. Orangnya sangat loyal terhadap benda apapun. Tidak pelit dan selalu berbagi sesama teman. Berteman tidak pandang bulu, siapa saja dia berteman.

Semenjak kami berteman, sangat dekat. Aku tahu kalau dia sangat menyukai kebersihan. Tidak sama denganku yang selalu hidup dalam keberantakkan. Sedikit saja kotor, dia membersihkannya. Luar biasa bukan?

Banyak yang terjadi antara kami berdua, perselisihan, pertikaian, senang, susah, kami lalui bersama. Aku masih ingat, kami pulang malam dari jalan Inong Balee ke Blangkrueng naik sepeda, saat itu ada momen  yang tidak bisa kuceritakan disini.

Aku mengenal dekat keluarganya, ibu, adik dan neneknya yang sedang sakit. Aku selalu diterima baik ketika aku singgah dan bermalam di rumahnya. 

Cuma kelas satu, kami bersama. Kelas dua dan tiga, kami berpisah. Walaupun begitu, kerukunan pertemanan tetap terjaga.

Satu lagi temanku yang paling tolol adalah Irfan Maulana. Seorang pemuda yang sangat misterius. Sangat tertutup. Penuh dengan lelucon yang mengolok-olok. Tapi orangnya sangat seru. Aku mengenalnya di kelas satu. Ketika itu, aku mulai membaur dengan suasana dikelas. Orang yang terlalu ramah ini, sangat mengenal kepribadianku. Makanya aku sangat berhati-hati dengannya, hehe. Orangnya tinggi berpenampilan melo, penuh intuisi yang misterius, pandai memainkan kata. 

Ada cerita dimana aku, dia dan teman satu lagi Dedi Lutfi Purahman, (aku ngak tahu dia sekarang dimana?) kami bertiga ingin nongkrong dilapangan tugu. Sepeda motor yang kami naiki ternyata bensinnya habis. Aku pikir sepeda motor itu akan meletus, sehingga aku berteriak. Kekonyolan kami di jalan berakhir dengan memesan kupi pancong di warung kupi.

Tahun 2015 ini, kami masih tetap berkumpul bersama, bulan lalu saja kami masih sempat ngopi bersama-sama. Bercerita tentang masa suram kami dulu. Kopi, kue dan sebuah laptop di warungkopi adalah saksi dimana kami memang bersahabat.

Tidak ada kata yang tidak enak atau apalah terhadap kami. Semua dilalui dengan bercanda, dan saling menertawakan diri sendiri.

Untuk sekarang ini, kami masih menjaga komunikasi walaupun kita berjauhan.
Banyak cerita, banyak tawa, dan banyak yang di dapat.

Kamis, 08 Mei 2014

Ahmad dani di ejek oleh fans karena BOTAK!!

Hei-hei... salam manis nih buat sahabat kulitpisang..
Sekarang aku lagi online di sekolah tercinta,
Besok bakal ada acara perpisahan anak kelas 3, bakal terjadi duka cita di antara mereka.
Yang anak kelas 3 pacaran kelas 1 bakal terjadi LDR, tidak bisa lagi makan di kantin bareng lagi, duh-duh kasihan. Hahaha..
Kini rambutku botak, habis kucukur semua.
Hari pertama sekolah, banyak anak murid berteriak secara histeris..
BAPAK BOTAAKK!! Kurang ajar sekali, murid brengsek!!
Ada siswa yg bertanya:
Siswa: kenapa bapak botak?
Aku: Bapak lg sakit, jadi di cukur aja rambutnya. Lumayankan irit minyak rambut
Siswa: HAAHAHAHA

duh-duh-duh. :D

 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.