Tampilkan postingan dengan label cerita harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita harian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Mei 2017

The Fuck Menikah

Judulnya seperti itu, walaupun aku berprofesi sebagai pengajar dan pendidik. Bagiku, judul tersebut pantas! Kalau tidak setuju dengan judul diatas, mendingan kamu tidak usah membacanya.
Tulisan ini saya tulis buat orang yang sudah menyendiri cukup lama, cowok yang selalu berdiri samping tiang listrik sambil memandang orang menikah. 

Di Aceh, banyak dilema yang kita hadapi sehari-hari. 

Pilih wanita cantik atau wanita standar.
Pilih hidup bahagia dengan cewek miskin, atau pilih hidup dengan cewek cantik yang kaya tapi sengsara.
Pilih single, atau pilih jomblo.
Pilih nikah muda atau nikah pas pada waktunya.
Pilih mertua kaya atau mertua miskin.
Pilihan ada pada tangan kananmu.

Pedebatanku dengan temanku, sudah dimulai dari zaman kuliah duluMenurut data, ini dimulai dari ketika aku lagi betah sendiri. Ya, bahkan ketika aku selalu ditolak sama cewek yang aku taksir. 

Meskipun perdebatan tentang pernikahan sudah meluas, tak sengaja, lahirlah topik yang menarik, yaitu: kapan melaju kepernikahan? kapan membulat tanda merah pada kelender? Sudahkah anda menetapkan tanggal pernikahan pada tahun ini? Harga mayam dibeli sekarang takut naik bulan depan, dll.

Persoalan tentang pernikahan sudah meradang jauh ke pucuk telinggaku, Hak. Lebih baik kudengar singa meraung tiap hari daripada aku membahas soal pernikahan.

Perdebatan ini memicu masalah baru. Karena hal ini, aku sering kehabisan napas ketika aku bertemu dengan gebetan baru. Dan ini membuat aku sering frustasi ketika menjawab pertanyaan seperti ini?

Ikah hana cewek, pu kah priek haba kah ino
(kamu tidak punya cewek, jangan banyak ngomong)

Ikah jomblo kronis plus single meube
(kamu jomblo abadi plus single peak)

Kah hana itung le cewek karena kah hana get sikap
(kamu tidak diterima sama cewek karena kamu tidak baik sikap)

Kah lage pungo, gon dede
(kamu itu stress, dan juga dibuat-buat)


Tapi aku punya kecurigaan dengan pertanyaan para fuckers ini, kalau dibahas akan menjadi perpecahan bangsa ini. Tapi walau pun seperti itu, menurut aku perdebatan tentang pernikahan diam-diam terjadi dalam masyarakat the a long shit (orang yang sendiri). Karena semua orang pasti berpikir, kapan aku bisa nikah?

Hari ini aku akan bilang, siapa yang akan kunikahi. Aku akan bilang siapa cewek yang akan aku pilih. Aku akan memilih istri masa depan.

Pembaca jangan tutup dulu atau tidak mau membaca lagi. Jangan marah sama aku, jangan bakar handphone kamu, karena aku akan jelaskan kenapa aku milih istri masa depan. Aku milih istri masa depan, karena aku bisa mengharap istri taat agama, cantik, kaya, baik, setia, yang bisa menerima aku apa adanya datang dalam pelukkanku.

Biar aku jelaskan lebih lanjut. Cowok ketika dia suka sama cewek, itu karena diam-diam ngarap untuk bisa menerima dia. Dia akan diam-diam bayangin pacaran sama cewek tersebut. Ini problemnya sama aku. Aku sekarang cuma bisa ngelakuin itu. Aku tidak berdaya lagi tentang perdebatan itu.

Bisa kalian bayangkan, kalau aku ngarap sama istri masa depan, dan suatu saat, semua keinginanku terkabul, dengan keajaiban alam. Dimana aku dapat yang terbaik.

Akan tiba masa nya. Ketika aku pergi ke Mall Suzuya, atau ke Stand Expo gitu, terus aku melihat cewek perfect disana. Aku mengedipkan mata kapadanya, dan dia balas. Maka, surga telah menerimaku.

Aku tidak tahu, istriku seperti apa. Kalian juga ngak tahu, kalian suami siapa?

Maka itulah alasan kenapa aku memilih istri masa depan. Karena aku bisa ngarap sama dia yang dimasa depan. 

Kamis, 01 September 2016

Alvawan Nazmi; Surat Sejati Buat Guru Raihanah Elyani

Ini adalah cerita tentang guru yang kurang tersenyum. 
Seorang guru yang mengajar di Sekolah MAN 3 Rukoh, Darussalam, Banda Aceh.

Kelas satu, tahun 2005.

Ketika itu, jam pelajaran kosong. Kami mendadak kedatangan guru Matematika. Namanya Buk Raihan. Guru super cepat; kalau jalan cepat, kalau ngajar cepat, kurang senyum, kurang basa-basi. 

Hai.....


Kayaknya buk Raihan waktu kecil orangnya tertutup sekali. HAK.

Setiap masuk, senyumnya selalu tidak ada. Hanya berfokuskan pada pelajaran saja. Walaupun begitu kami terasa dekat dengan beliau. Tapi, kharisma Buk Raihan tu yang tidak pernah hilang dari mata kami. Begitu cantik, perawakannya, sangat menjunjung tinggi nilai perempuan. 

Akan tetapi, jujur Buk. Saya dan teman cowok yang lain tidak mengerti Matematika yang Ibuk ajarkan. Kami hanya memerhatikan cara mengajar Ibuk yang sangat sedap. Tidak ada satu pun yang tersirat dalam kepala saya, hanya saja Kuadrat itu yang mengoyangkan kepala saya.

Ibuk Raihan di mata saya adalah seorang pejuang. Petarung dalam kehidupan. 
Saya sangat suka dengan tipe petarung. Hehe. Andai saja…. Beliau masih MUDA. HAK. 

Saya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan beliau. Tapi... karena kesibukkan.... Hmhmhm.

Oke ya. WE LOVE TEACHER RAIHANAH ELYANI. 

Jumat, 24 Juni 2016

Juni 2016; Review Film The Conjuring 2

Apa bedanya Setan Valak dengan Ilmu Falak?

Kalau Setan Valak  Seperti yang dikutip dari Weekinweird pada Kamis (16/6/2016), sebuah kitab bertajukThe Lesser Key of Solomon, yaitu sebuah kitab dari abad ke-17 yang berisi mantra-mantra setan, Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) tidak lain adalah Presiden Agung dari Neraka. Secara umum, Valak adalah tokoh yang berpangkat tinggi di dunia iblis. Sering digambarkan mengendarai naga berkepala dua dan memerintah 30 legiun setan, Valak memiliki wujud seorang anak kecil dengan sayap, meskipun dalam The Conjuring 2, ia digambarkan sebagai seorang setan dengan wajah pucat.

Jelas! Ini BUKAN VALAK. 


Sedangkan Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.

Jadi apa hubungannya antara Valak dengan Ilmu Falak?  Tidak ada
Banyak penonton diluar sana yang bertanya-tanya tentang Setan Valak. Siapa Valak ini? Seperti saya jelaskan diatas. Valak adalah Presiden Setan.
Kalau saja ada The Conjuring 3. Kemungkinan akan ada Pemilihan Presiden baru

Selamat Menonton Film The Conjuring 2. Film baru, tokoh baru lagi, dan sering aja menambahkan lagi. 

Sumber;
Wikipedia
lifestyle.liputan6.com

Sabtu, 18 Juni 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Naili Rahmi yang Memikat

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh 





Pertengahan Tahun 2005, Semester 1.

Saat itu, di depanku ada seorang gadis gendut memakai seragam sekolah, tampangnya nggak cantik – cantik banget, diam-pendiam, nalarnya kuat, rekasinya menggila. Dan saat kelasku dibagi, ternyata kami satu kelas. Aku tahu siapa gadis itu, dia anak seorang guru di sekolah tersebut.

Cerita antara kami dimulai.  

Di dalam kelas kami seperti Badak Bercula Empat dengan Gajah bergading runcing. Tidak akurPertikaian antara kami terus berlanjut. Mulai dari berdebat, berdikusi hal konyol, sampai kami beradu mulut depan semua orang. Tiap kali ketemu, tiap kali berpas-pasan dia selalu bilang:

“APA QE?”
Dan ditambah dengan “HAH”!
Lalu menjadi “APA QE, HAH”??

Aku masih tak ambil pusing dengan keadaan ini, tetapi lama kelamaan sikap gadis itu melonjak. Dia sering berdebat denganku baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Di kantin pun jadi.

Dia adalah lawan terberatku setelah Erli Marlina.

Dengan lunglai aku bisa mengerti keadaan dia seperti apa. Dia cantik, tapi ngak manis. Pasti Banyak orang bilang Kamu cantik ya?” dia GR setengah mati dan aku menjawab Kamu SEKSI ya?” dia langsung menombakku. 

Masih terhalang dalam pikiranku. Di dalam kelas dia sangat pendiam. Apalagi kalau guru sedang masuk. Kepintarannya tidak pernah terlihat olehku. Jarang ke papan tulis. Jarang menanggapi dalam diskusi/memberi masukkan maksudnya. Sama sekali tidak terlihat kepintarannya. Apakah dia mencontek aku tidak tahu.

Tamat sekolah aku terkejut. Kenapa? 
Karena dia masuk kuliah menjadi seorang dokter. 
Kan dokter semuanya pintar-pintar? 
Kata siapa? Menurutku tidak.

Tidak sepenuhnya dokter diluar sana pintar. Kadang ada juga bego. Seperti ini contohnya; tiap kali aku ke rumah sakit. Aku selalu di cek dan diberi obat dengan resep tertentu. Hal itu, aku perhatikan secara detail. Langkah-langkah dokter dalam menghadapi pasiennya adalah; Pertama, dokter menayakan "kamu sakit apa?" Saya jawab…… 

Lalu dokter mengecek tubuh saya dimana bagian yang sakit. Kedua, Dokter menuliskan resep obat dan ambil di apotik terdekat. Si dokter tersebut tidak tahu menahu soal penyakit kita seperti apa. Yang penting cek dan dikasih obat. Udah itu aja. Selesaikan urusannya. Tanpa menelusuri penyakit pasien apa. Kalau saja penyakit pasiennya jarang ditemui maka hal tak lain adalah dirujuk ke rumah sakit ternama. Tanpa adanya penelitian langsung oleh dokter tersebut. Oh, mungkin alasannya fasilitas ngak ada? Kalau saja dia mampu berpikir. Kalau posisinya di desa paling ngak harus tahu lah ramuan alam gimana cara olahnya.

Aku paling tidak suka kalau dokter yang aku temui itu, tidak becus dalam menangani pasien. Cuma Tanya penyakit, cek dan kasih obat. Tidak tahu menahu mau sembuh atau tidak? Yang penting kasih obat.

Pernah kutemui dokter cewek. Siang itu aku dari Tapaktuan mau pulang karena baru siap mengajar. Singah sebentar untuk membelikan minuman dingin. Pas depan rumah sakit Tapaktuan aku beli. Dokter cewek itu datang dari arah masuk ke rumah sakit. 
Dia berjalan kaki bersama temannya. 

Aku bertanya, "Kenapa sih kalo dokter selalu ditekan perut kalau penyakitnya seperti sakit perut? Malah bertambah sakitkan? Soalnya aku pernah merasa kesakitan. Dan itu kalau diperiksa di perut, ditekan sekuatnya. Aneh kan?"

Dokter cewek itu bingung. Karena ngak enak tadi merasa pintar, lalu dia menjawab pertanyaanku; "Memang begitu prosedurnya Bang. Kami waktu kuliah, kami diajarinnya seperti itu."

<< “Kalau mereka diajari untuk mutilasi bayi dalam kandungan gimana? 
Mereka mau juga? Aku menelan ludah, lalu menarik napas dan bilang dalam hati GOBLOK LOEE !!!!

Aku tidak membicarakan tentang profesi temanku ini. Sesama kawan saling mengingatkan. Alangkah baiknya kalau kita bisa berpikir sebentar, menanggapi keluhan, mendekati penyakit pasien yang dialami, lalu mencari jawaban atas penyakitnya. Jangan asik untuk make up, selfi, glamor depan pasien dan Medos.

Sebagai aku, seorang Guru (pendidik) sangat bisa mempelajari gerakan atau tubuh siswa. Makanya 70 % guru mempelajari ilmu Psikologi. Mungkin bagian Dokter juga pasti ada? Coba insting itu digunakan dengan baik. Yah, tergantung kepintaran kita juga. Pintar dalam hal berkomunikasi tentunya.

Untuk teman Cimiwilku ini yang sundek, sebenarnya aku yakin terhadap kemampuanmu. Aku cuma bercanda kalau aku tidak yakin (Bm). Tetap semangat, walaupun disana Gunung. Karena kutahu, kamu itu tidak pernah melihat dunia, karena selama kukenal, kamu selalu di rumah. Sekolah dan Rumah. Tanpa melihat atau jalan ke suatu tempat. 

Mungkin.

Paling tidak itu sebuah pengalaman. Suatu saat nanti kamu pasti tugas di Desa, kalau lewat PNS. Karena kuota sekarang di kota tidak memungkinkan. So, keep Fighting Nel.
  
Ini bukan soal bundamu, bukan soal tentang kamu anak mami. Tapi ini soal sebagai anak satu-satunya dalam keluarga, yang pada suatu saat kamu bakal sendiri.

Happy NEL.
HARD YOU. HAK

Selasa, 31 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Maulidi Saputra Sang Gitaris Gaul

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh



Sheiiiiitttt, Fuck the Hell Molidi.

Cowok brengsek satu ini adalah teman kampretku masa dulu di MAN 3 Rukoh. Banyak kebejatan yang kami lakukan. Mulai dari pipis di toilet misteri, merokok depan sekolah (Kios Ngoh). Nyontek bersekala besar. Gangguin teman cewek dalam kelas dan masih banyak lagi. Kami selalu bermain bersama di sekolah. Kekompakkan kami menuai keirian dengan kelas lainnya.

Teugoh sms keu ayang, bek karu-karu beh :D

Setiap istirahat, kami selalu merokok diluar sekolah. Dari dulu memang molidi sangat aktif merokok. Lihat saja, mukanya seperti kentang goreng, tipis namun renyah. Dia selalu memakai kacamata hitamnya ke sekolah. Karena kami penasaran; bagaimana bentuk wajahnya, aku memaksa melepaskannya.

Kami sempat berantem cilet-cilet, karena dari sisi lain aku dipancing oleh si Pan Panjang (kamu tahu orangnya siapa). Untuk mencoba membuka kacamatanya.

Kegilaan penuh kegilaan atas apa yang kami lakukan. Dia tidak sombong, baik juga tidak. Tapi mempunyai perangai yang ramah. Untuk urusan cewek dia paling gatal waktu dulu, namun tidak pernah terlihat saja oleh teman lain. Dia tahu cewek yang cantik, bahenol, dan asoy. Namun tidak berani mengungkapnya.

Tak ada angin, tak ada hujan. Dia sekarang menjadi Jagoannya. 
Tanpa pemberitahuan yang jelas, akhirnya kampret ini menikah dengan cewek cantik.
Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya? Aku aja turun gunung naik gunung, tapi belum mendapatkan cewek idamanku. Tapi, alam berkata lain. dia berhasil menikah lalu mendahuluiku.

Brengsek !

Bahagianyaa.... Aku ikut bahagia juga :)

Sebenarnya dia anak Band, jago main gitar. Dan terinspirasi dari Grup Band Radja. Gitaris Molidi. Di kelas, kami sering memainkan musik, mulai dari pukul meja, bawa gitar kapok, dan menyanyikan lagu kesukaan kami. Sehingga kami berteriak seperti orang gila. Dan menganggu kelas lain.

~Dulu kami sering memutar lagu LinkinPark di HP~

Kami dulu adalah sekumpulan orang Brengsek. Saking brengseknya, aku dan teman lain sering dipandang negatif oleh kaum cewek. Tapi, tak apalah. Badai pasti berlalu. Sekarang kami bangkit menjadi Pria baik, dan Suami yang baik untuk Istri dan Anak Kami. Kelak. *TOS

Setahuku, dia sekarang menjadi penguasaha dapur. 
Memiliki Istri yang cantik.
Mempunyai Penghasilan yang Sehat.

Kadang kami rewel, Kadang juga kami ribut. 
Itu semua mempunyai cerita, yang tak bisa hilang dari memori kami.

So, "Ik ben blij met elkaar eens, het spelen van muziek zoals bedelaars op school, mis ik een lange tijd en ik wil het weer terug ..." *jerman

Minggu, 29 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Cut Riska Aliana di Awal Ramadan 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

“Aku bodoh..”.
Kira-kira itu yang terletak dalam otakku saat ini. Dia jauh lebih pintar dariku, dan banyak akal. Dia tidak suka diganggu dan tidak pernah ada cowok yang menganggu dia. Karena badannya yang kekar seperti anak lelaki pada umumnya. Jadi, para cowok enggan untuk mendekatinya.
Aku enggan menulis cerita atau sub biografinya disini. Karena tidak ada cerita hebat tentang dia dalam memori kecilku. Hampir semua teman di sekolah MAN 3 Rukoh kutulis disini, tapi entah kenapa kini aku menuliskannya.
Dia adalah Cut Riska Aliana. Tinggi 169 cm, berbadan sehat (gemuk dikit) bibir melebar, dan persis seperti Ibu PKK. Postur tubuhku dan dia tidak jauh berbeda. Kami memiliki kesamaan, terutama bentuk wajah. Iya, muka kami terlihat lebih tua dari umur kami.
Senyumnya Itu Lho. :D
Dia tidak cantik. Cuma keadaan yang membuat kecantikkannya bersinar. Dia tidak seperti cewek lain. Jarang sekali menata wajahnya, begitu pula dengan fashionnya, tidak dipedulikan sama sekali. Heran saya.
Aku tidak pernah tahu tentang pribadinya yang dalam. Sehingga aku menerka-nerka. Seperti abang Mulkan, aku kira itu abang kandungnya, tetapi itu hanyalah tipuan semata. Guru yang bernama Ibu Cut, aku kiranya ibunya, tetapi itu hanya muslihat semata.
Begitupula dengan status dia sekarang. Dari dulu dia tidak pernah tercium bau asmara dengan cowok lain. Sampai sekarang aku tidak tahu.
Hmhm.. .. :D
Aku ngak tahu dia sekarang bagaimana, keadaannya, bahkan status tinggalnya sekarang aku tidak tahu. Belakangan ini dia sering pergi sana-sini. Terakhir di Jogja.
Dia very nice, dan sangat terjaga kewibawaan harkat wanitanya. Sangat very ke Ibu-ibuan. Sangat beruntung mendapatinya. Karena well, dia princess satu-satunya dalam keluarga, dan abangnya ada dua. Setahuku.
Oke, cukup itu ulasan tentang dirinya. Dimana pun kamu berada, tetap kasih yang terbaik buat keluarga ya, sahabat dan orang terdekatmu. Tetap Semangat ! 
End.

Rabu, 13 April 2016

Review Alvawan: Cerita singkat untuk Talita Rahmata

Tahun-tahun lalu, aku biasanya nulis tentang kejelekkan yang kuhadapi dalam kehidupan ini, tahun 2016 aku akan lebih banyak menulis tentang/review orang terdekat, keluarga dan berbagai macam hal. 

Sebelum sempat finising tulisan ini, musibah datang. Ayah terbaik di dunia meninggal. Pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 17.46 (sore) di Banda Aceh. Sebelum meninggal, aku sempat menceritakan tentang perempuan ini sama Ayah. Karena waktu itu Ayah sempat melihatku sedang mengecek potonya. Lalu tiba-tiba Ayah bertanya "Dia orang mana?" Aku menjawab "Sigli Yah." dan Beliau memberikan senyuman terbaiknya.

Tulisan kali ini adalah untuk seorang special yang belum pernah kutemui. Perempuan ini bernama Talita Rahmata, biasa dipanggil Rara. Aku mengenalnya di BlackBerry Masengger. Ya, disuatu tempat grup BM. Pertemanan kami berjalan alot di BM. begitu juga lewat Telepon, kami terus bercerita. Karena sering aku menelepon, suatu ketika teleponnya tidak pernah lagi diangkat (mungkin sibuk). Dan setelah itu aku tidak memberanikan diri untuk menelepon. Sewaktu-waktu, kami seringkali membahas tentang masalah kuliah, 3 sahabat cowoknya yang selalu memberikan warna terhadapnya. Ya, begitulah. Kami mempunyai banyak cerita. 

Saat ini, Ia sudah menyelesaikan sidang untuk Sarjana Ekonomi di salah satu Universitas di Banda Aceh. Sedangkan aku sedang mengajar nyut-nyut di Tapaktuan. Ia sering capek, dari pagi pergi sampai sore pulang demi mendapatkan Sarjana. Suatu perjuangan yang berarti buat dia. Aku sering memberinya motivasi dan semangat dalam menjalani semuanya. 

Selama berbulan lamanya pertemanan di BM. Aku menaruh segala potonya di HP. Ini adalah langkah, dimana aku akan selalu melihat dia walaupun jarak antara ia dan aku sangat jauh. Namun aku memperhatikan dia selalu lewat Dunia Maya. 























Great.... Insyaallah kalau ada umur panjang, sampai ketemu di Banda Aceh ya....

Jumat, 04 Maret 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Banta Chairullah Warior dari Aceh Tamiang

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

Cerita tulisan boleh singkat tapi cerita fakta sangat panjang. Walaupun singkat, inilah yang bisa kutuliskan, saking banyaknya bayangan kau dalam otakku sehingga menjadi panas, barulah kutuangkan disini. Jadi simak baik cerita ini.

Apa kabar men, apa yang kau lakukan disana. Bagaimana dengan The Boxing ninja Warior kau. Sudah ada peningkatan? Ronde terakhir aku yang menang ketika Gaya Boxing ala Smack Down ku menang dengan Boxing Ninja Warior kau, hak-hak.

Aku akan bercerita tentang seorang teman yang selalu bersama-sama, suka cita, telah kami alami dan kami rasakan hebat. Ketawa, senang, bahkan perselisihan, hampir adu jotos pernah aku alami, tapi sayang hal adu jotos tidak terjadi. Aku pengen sekali berantem beneran sama dia, tapi aku tidak sanggup untuk memukulnya, bagiku dia adalah teman baikku selama hidupku yang ku kenal.

Dia adalah Banta Chairullah, aku memanggilnya bejat cantoi, alias caca gelik, alias canta acing. Teman geblek, tolol, gila yang pernah aku temui di jagat ini, mempunyai pengalaman yang tak terbayangkan dalam hidupku. Banyak ilmu yang aku serap dari dirinya. Seperti gaya dia berbicara yang alot dengan penuh intonasi yang menggelikan, teknik kumunikasi yang dalam, serta pengalaman hidup yang menyenangkan, seperti melacak cewek yang lagi jomblo untuk dipacari, memahami dan meneliti kenyamanan cewek, apa sih cewek butuhkan dalam pacaran.

Hati-hati, jangan percaya, jangan kasih duit walaupun wajahnya menderita gitu


Aku mengenal dia ketika di kelas dua, MAN 3 Rukoh Banda Aceh

Dia pindahan dari sekolah SMA Kejuruan Muda Aceh Tamiang. Saat itu, dia diantar oleh makciknya kebetulan guru di sekolah tersebut. Semenjak itu, aku mulai menjalin persahabatan mucikari dengannya hidupku mulai tak karuan lagi. Banyak cerita dan kejadian yang aku alami bersama dia. Seperti, perdebatan, pertikaian, kepahitan, senang, menderita, sampai-sampai kami pernah tidak berbicara selama 2 bulan lebih.

Banyak yang harus kutulis disini tapi tanganku tidak sanggup untuk menuliskannya. Karena banyak kali kasus cerita yang aku alami dengannya, dia adalah teman baik, yang pernah kutemui dalam hidupku, teman yang dulunya memberikan ilmu kehidupan, inspirasi dan motivasi kuat untukku.

Hal yang ingin kusampaikan kepadamu ketika bertemu nanti adalah jangan pernah merubah kebiasaan kau dulu, kebiasaan yang pernah kita alami, kebiasaan kau itu yang membuatku enjoy bersahabat denganmu.

Aku tahu, sudah hampir 5 tahun kita belum bertemu semenjak tamat kuliah tapi bukan itu yang menutupi persahabatan kita. Tetap komunikasi ya bro. sampai bila-bila nanti kita pasti akan ketemu dan melakukan sesuatu geblek, tolol dan bodoh lagi, yang kita lewatkan semasa dulu. HAK.LOL.

Kamis, 25 Februari 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Razaq Al Husaini Setelah 8 Tahun lamanya

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh


Aku akan bercerita sangat detail kali ini. Karena well, teman satu ini tidak pernah dan susah aku lupain. Terlebih dahulu, aku sampaikan permintaan maafku. Mungkin kalian membaca agak kurang sreek tentang bahasa tulisannya agak kasar. Karena well, memang beginilah gaya bahasa pertemenan busuk kami. 

Dimulai dari hari yang cerah, aku ngak tahu tanggal berapa dan hari apa waktu itu. Yang kutahu aura pagi itu tidak enak, karena aku bisa mengendus tajam dari hidung pesekku yang melebar. Aku ngak tahu pasti dari mana dia datang, entah dari planet mana. 

Katakanlah dia muncul pertama kali dari sudut lorong, dekat tangga. Dia berjalan dengan Guru Matematika menuju kelas 2 lantai 2. Aku sempat melihatnya dari kejauhan tapi ngak lama, karena merasa segan sama Buk Matematika, aku merogos masuk ke dalam kelas begitu saja. 

Dia merasa sok keren, dan berdiri disamping Buk Matematika saat berada dalam kelas 2. 
"Nanti ketua kelas, ambil meja di gudang ya, buat teman kalian" kata Buk Matematika sambil memandangku tajam. 

Ya, saat itu aku menjadi Ketua Kelas yang kedua kalinya. Berkat badan dan suaraku yang meruak-ruak tiap kali menggila kalau ada saja ada kurang beres dalam kelas. Karena aku ketua kelas sekarang, jadi soal meja dan kursi aku yang ambil di gudang sekolah. Kampret !
Buk Matematika sempat bilang lagi, “ini ada anak baru, baik-baik ya” sambil Buk Matematika meninggalkan ruangan kelas.

Hmhmhm… Saat itu, Kriminalisasi muncul dalam otakku seketika. Bau-bau kejahatan sempat tercium dari sekujur badanku; Seperti membuat perjanjian preman dalam kelas, mengintimidasi dengan kata-kata jorok. Tapi sayang. Hal itu tidak bisa kulakukan, karena aku tahu, jabatanku sebagai ketua kelas harus melindungi yang lemah dan selalu bersikap baik. 
Dan juga aku ngak tega melakukan hal seperti itu kayak di film-film. AKU JUGA MANUSIA.

Setelah itu, aku berbaik hati mengambil meja dan kursi. Tiba-tiba Buk Guru Bahasa Inggris masuk kelas. Anak koncrot tadi pura-pura ngak tahu apa-apa. POLOS tanpa dosa KOTOR. 
Lalu, absen pun berjalan. Dan diakhir-akhir itu. Guru Bahasa Inggris bilang sambil melihat sekeliling, "Ada yang belum dipanggil?". "Ada Buk". Nyahut seorang cewek yang kutaksir di dalam kelas. "Siapa?". "Anak Baru Pindah Buk". 

Tak lama, anak baru tadi, maju ke depan dan memperkenalkan kepada kami secara resmi. Karena hari itu pelajaran Bahasa Inggris, jadi soal memperkenalkan harus juga dengan Bahasa Inggris. Oh ya, begitukah ! cara mempersilahkan/menyebutkan nama brengseknya dihadapan semua teman-teman dengan pakek bahasa inggris. TOLOL.

“Hello, my is Razaq Al Husaini, I from bandung”

Semua teman-teman takjub melihat si kribo itu (julukkan tolol yang dikasih sama teman-teman kelas). Detik-detik dimana aku mulai tersingkir dari hadapan mereka. Karena well, aku memang bego, ngak pantas aku jadi ketua kelas. Akhirnya semua hak heboh, hak siar, hak terkeren, hak taksir aku direbut sama dia. Brengsek !

Dia kurus, putih dan memakai kacamata. 
Tunggu dulu! Kalian lihat sendiri saja poto dibawah ini. 

Tahun 2007 Lagi menikmati tahtanya

Tahun 2016, sudah keren, sering selfi dan makin berisi

Setelah aku berpisah batin sama temanku di kelas satu. Perselisihan terjadi dengan kejam dalam kelas 2. Aku sempat terusik atas kekuasaanku, karena teman kelas satu (5) Junaidi pindah sekolah. Dia bilang ingin pulang kampung. Semenjak itu, propaganda, kelicikkan, terus menghembus dalam kelas itu. Kepintaranku lenyap seketika. Aku seperti orang asing di dalam kelas itu. Teman cewek dari kelas satu (5) tidak menghiraukanku sama sekali. Mereka asyik dengan X Kuadrat sama dengan Y pangkat Sepuluh. 

Ruangan itu bukan seperti ruangan belajar lagi. Arwahku sudah mati, semangat belajar maksudnya. Banyak teman-teman cowok yang main liar di kelas itu. Lama-lama kepintaranku sudah bergantung sama Si Kribo tadi. Aku sudah pasrah dengan pengetahuanku. Banyak Tugas dan PR yang dikasih sama Guru-guru aku nyontek dengan hebat sama dia. Nilaiku anjlok seketika, sikapku sudah berubah seperti orang yang hilang ingatan, aku tidak tahu lagi harus mau gimana. Proses belajarku sudah rusak. Si Kribo terus menolongku walaupun dia tidak benar-benar menolongku. 

Semenjak kedatangannya, hidupku sudah mulai rusak. Aku kalah dalam persaingan. Aku kalah dalam semua hal. I LOSE. 

Sampai sekarang, aku mulai berpikir. Banyak sekali yang mesti saya pelajari lagi di waktu dulu. Banyak pengalaman yang salah pas kulakukan di masa lampau. Pelajaran yang berharga adalah ketika pertama kali bertemu dengan orang asing. Orang asing itu adalah Guruku (bisa dibilang begitu), temanku yang pernah menolongku, membantuku, si KRIBO.

Masa lalu, aku tidak benar-benar jahat. Hanya saja kelakuan jahatku timbul karena dari faktor stres dalam hal belajar, rumah dan teman. Razaq Al Husaini, membuatku saat ini; menikmati atas namanya pengalaman. 

Dulu sempat terdengar kalau dia berkata "Belum pernah kutemui orang (aku) seperti ini." 
Jawabanku, sekarang kau temuikan? HAHA

Jujur, aku paling ngak suka kalau kamu berada dalam kelas itu. Tapi, ini sudah takdir. Kalau pun kamu tidak ada dalam kelas itu, SIAPA YANG AKAN MENGAJARKANKU BUAT EMAIL DAN AKUN FACEBOOK? iya, Facebook yang aku gunakan sekarang adalah suatu Ilmu yang kamu kasih ke aku, dan itu menurutku sangat berharga. 

Terima kasih sudah memberikanku pengalaman hidup; cara bergaul, cara bersikap, dan cara menerima dengan ikhlas. 

Mohon maaf di masa lalu; Aku bersikap kurang adab, kata-kataku yang selalu jorok, bertingkah aneh dihadapanmu. 

Ketahuilah teman. Aku sangat bangga terhadapmu, dan..... I MISS YOU.

 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.