Tampilkan postingan dengan label alvawan nazmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alvawan nazmi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Desember 2017

Surat Untuk Dedi Ferdian Sang Melokonis What The Fucker

Tulisan ini lahir, ketika saya mengunjungi sekolah dasar di Banda Aceh. Ketika itu saya mengantarkan surat Undangan Seminar. Melihat anak-anak SD bermain, belajar dan berlari-lari ada suatu hal yang menyenangkan, membuat saya tersenyum, alangkah bahagianya mereka.

Ada juga siswa SD yang dikejar oleh guru karena bandel. “Hai neuk bek batat tat, buk cubit teuk” mungkin kalimat itu bisa mengambarkan keadaan saya waktu lalu. Masa saya berlari-lari dengan sahabatku. Iya dia! Fuck him. Kalau saya tulis tentang teman satu ini, rasanya berada pada masa lalu saya.

Teman saya satu ini tidak jauh beda dengan saya. Dia dicintai oleh guru sedangkan saya selalu dimarahi oleh guru. Iya dulu anaknya pintar, tapi sekarang dia udah bego.

Dia selalu menjadi cemoohan dari teman gank kami, dia selalu diejek kekurangannya, “kamu lihat dian? Dian siapa? Pak ian ‘juleng’? oh ada, dia lagi berak di sungai itu! 

Sungai itu bisa kitakan katakan sungai kecil, atau ‘lueng’ besar, lebar lueng itu cuma 2 meter dan panjang lueng itu sekitar 4 Km. Tepat samping sekolah sungai itu dijadikan tempat berkumpulnya gank kami, kecuali pak Ian, dia jarang ke lueng itu, karena dia dimarahi oleh buk guru, kalau mau ke lueng itu sih pak ian cuma berak ajaSaking dicintai oleh semua guru, saya menjadi cemburu sama kampret itu, saya berencana untuk membuang dia ke lueng itu. Dia tidak setia kawan, dia bego! Paling bisa cari perhatian. 

Dia sekarang sudah dewasa (ah, ngak bisa lagi ku pukul dia karena nanti ada perlawanan).
Dia sudah tamat kuliah sebagai teknik industri.
Dia sekarang menjadi operator sekolah terkemuka di gampong saya. Dia hobi sepak bola namun sok pandai main bola. Dia punya masalah tapi tidak pernah mengadu atau mengeluh dengan masalahnya. Hal ini yang menjadikan sosok pak ian salah satu cowok cool di gampong saya. Katanya dia punya cewek namun setelah diteliti tidak ada. Entahlah mungkin hanya imajinasinya saja. 

Namanya sahabat saya ini, Dedi Ferdian. Dia salah satu teman diwaktu Sekolah Dasar, dan MTsN. Kami sangat dekat sekali, kami bersaudara. Tapi kami sering berkelahi satu sama lain. Hal yang saya ingat waktu SD kelas 6 adalah saya pernah menarik baju ke kelas dan memukul perutnya! “Hukh” suara yang keluar dari mulutnya. Syukur dia tidak  membalas pukulan saya, seperti anak bego! Begitu jahatnya saya waktu kecil. HAHAHAHA. Saya hari ini menyesal telah berbuat begitu padanya. Dosakah saya? Tidak! Mana mungkin! HAHAHAAHA. Perlu saya ingatkan kembali dia! Mungkin dia sudah lupa. Maafkan dosa saya masa lalu ya. 

Cuma itu yang saya tulis buat dia. Semoga sukses terus bro! patuhi perintah pak Agus, kita sama-sama adalah murid pak agus yang akan direkom untuk meneruskan titah pemerintah gampong simpang 3 sawang aceh selatan. Tunggu saya pulang ya? Kita akan bersua kembali dan membicarakan hal seru masa SD dulu.





Sabtu, 25 November 2017

Surat untuk Ms. Zakiati yang mempesona dimata siswanya

Kecintaannya pada sekolah tak pernah surut, Ms. Zakiati bahkan mengombinasikannya dengan cara yang berbeda, gaul, menyuplai, cantik, awet, mudah bergaul dengan orang lain, pandai memberikan motivasi, sosial tinggi, lebay, modis tinggi. Semua itu mampu mengobati luka bila siapa pun yang dekat dengannya; termasuk saya.
Apa yang dilakukan Ms. Zakiati melampaui tugasnya sebagai guru. Waw.
Ia membuat sekolah tidak habis matinya. Kehadiran Ms. Zakiati di sekolah seperti magic intrasional. Sosok penuh talenta, pandai berbicara adalah skill utamanya. Salah satu daerah kekuasaannya adalah tempat piket. Duduk sambil membaca menjadi keahliannya. Ms. Zakiati mempunyai gelar nama yang saya deklarasikan yaitu Miss Prefect.

Seperti umumnya guru-guru lain, fakta seorang Ms. Zakiati tidak luput dari gosip, ia meresponnya dengan bijak serta penuh senyuman. Ms. Zakiati adalah guru sekaligus ibu yang tegar dalam persoalan kehidupan. Ia tak merasa istimewa, cuma guru biasa saja. Guru panutan terhadap siswanya.

Pada awalnya guru yang pertama kali dekat dengan saya, sesudah pak Zaini, pak Mulizar, buk Zuhra adalah Ms. Zakiati. Kami punya kesamaan satu sama lain, tingkah laku kami sama, sama-sama buat heboh, sama-sama membuat orang tertawa, sama-sama berpikir sosialita, this is real Ms. Zakiati.

Hari jadi seluruh guru se-indonesia, saya turut berpartisipasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia, semoga semua guru sehat serta dalam lindungan Allah yang maha Esa.

Teruntuk semua guru yang ada di MAN 4 Aceh Besar, sekali lagi saya ucapkan selamat hari GURU NASIONAL. Bapak Anies Baswedan mengatakan bahwa untuk menjadi guru ada 4 level yang harus dimiliki: (1) Mengajar, (2) Mendidik, (3) Menginspirasi, (4) Menggerakkan.

Kita tahu dan masih ingat siapa guru yang paling berkesan, masa kita sekolah dulu. Ya, guru itu pasti memiliki 4 level itu. 20 tahun atau 30 tahun dari sekarang guru tersebut masih terasa dalam ingatan kita paling dalam.


Jembatan Lamnyong, 25 November 2017



Yang Terdalam.



Minggu, 09 Juli 2017

Alvawan Nazmi; Surat buat Pak Azwardi dalam bentuk KADO tentang Resensi Buku Menulis Ilmiah



Judul       : Menulis Ilmiah
Penulis     : Azwardi, S.Pd., M.Hum.
Penerbit  : Bina Karya Akademika
Terbit      : 2008
Tebal       : 269 Halaman
Harga      : Rp60.000,-

Saat ini, buku tentang Menulis Ilmiah paling kuat menjadi rujukan adalah karya Azwardi Kumpulan Artikel diterbitkan oleh Bina Karya Akademika (BKA) pada tahun 2008. Cobalah periksa cover pertama adalah sumber utamanya. Kekuatan buku ini juga terlihat dari catatan “Ilmiah” bahwa paling menonjol dalam buku ini.
Kualitas buku ini tak lepas dari rekam jejak Azwardi yang cukup mendalami persoalan-persoalan tentang ilmu bahasa yang penulis miliki, dan persoalan cara menulis Ilmiah yang lain sekiranya menjadi referensi terhadap mahasiswa/i.
Biasanya seorang penulis hanya memerlukan beberapa waktu untuk menulis, mengarang dan memproduksi topik. Penyusunan buku ini unik yaitu didasari pada praanggapan dalam memahami konteks kualitas pembelajaran untuk pengembangan bahan ajar oleh staf pengajar sesuai dengan spesialisasi ilmunya dan juga menjadikan inspirasi bagi pembaca dalam penelitian yang luar biasa.
Menulis Ilmiah bukanlah sekedar masalah, dalam masalah menjadi tantangan untuk Menulis Ilmiah. Persoalan Menulis Ilmiah adalah kesenjangan antara kemauan dan kemalasan. Jadi, apa masalahnya sekarang?
Buku ini juga bukan hanya sekedar menjelaskan tentang Menulis Ilmiah saja, melainkan buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana masalah dalam pembelajaran menulis ilmiah, dan memperkaya referensi, mahasiswa atau masyarakat umum.  
Selain itupula, buku ini juga menceritakan berbagai topik dan pembahasan sebagai pengantar keilmuan menulis yang hidup dikalangan masyarakat, mulai dari kebiasaannya, caranya menulis, dan lain-lain hal yang dapat dipelajari dari buku ini.
Menurut penelitian yang dikutip dalam buku ini, halaman 327 berjudul “Indeks” ada dimuat dalam buku tersebut, mengapa? Jika itu dimuat kenapa buku lain tidak ada, hanya sebuah judul baru mungkin, maka itu berarti itu tidak menjadi persoalan karena bisa dimaklumkan.
Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimat simple yang sederhana, buku ini tidak menyajikan gambar, melainkan hitam-putih saja namun relevan dengan topik yang dibicarakan dan cukup memberi gambaran informasi yang jelas. Itulah yang menyebabkan buku ini terasa sedikit membosankan, namun sangat berguna bagi kita.

(+)    
-  Informatif, lengkap, dan logis.
- Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya.
          -  Terdapat sumber yang jelas.

(-)     
- Desainnya tidak menarik.
- Gambar yang disajikan tidak ada.


 *Nantikan Surat untuk Pak Dr. Wildan, M.Pd. Selanjutnyaa...

Selasa, 09 Mei 2017

The Fuck Menikah

Judulnya seperti itu, walaupun aku berprofesi sebagai pengajar dan pendidik. Bagiku, judul tersebut pantas! Kalau tidak setuju dengan judul diatas, mendingan kamu tidak usah membacanya.
Tulisan ini saya tulis buat orang yang sudah menyendiri cukup lama, cowok yang selalu berdiri samping tiang listrik sambil memandang orang menikah. 

Di Aceh, banyak dilema yang kita hadapi sehari-hari. 

Pilih wanita cantik atau wanita standar.
Pilih hidup bahagia dengan cewek miskin, atau pilih hidup dengan cewek cantik yang kaya tapi sengsara.
Pilih single, atau pilih jomblo.
Pilih nikah muda atau nikah pas pada waktunya.
Pilih mertua kaya atau mertua miskin.
Pilihan ada pada tangan kananmu.

Pedebatanku dengan temanku, sudah dimulai dari zaman kuliah duluMenurut data, ini dimulai dari ketika aku lagi betah sendiri. Ya, bahkan ketika aku selalu ditolak sama cewek yang aku taksir. 

Meskipun perdebatan tentang pernikahan sudah meluas, tak sengaja, lahirlah topik yang menarik, yaitu: kapan melaju kepernikahan? kapan membulat tanda merah pada kelender? Sudahkah anda menetapkan tanggal pernikahan pada tahun ini? Harga mayam dibeli sekarang takut naik bulan depan, dll.

Persoalan tentang pernikahan sudah meradang jauh ke pucuk telinggaku, Hak. Lebih baik kudengar singa meraung tiap hari daripada aku membahas soal pernikahan.

Perdebatan ini memicu masalah baru. Karena hal ini, aku sering kehabisan napas ketika aku bertemu dengan gebetan baru. Dan ini membuat aku sering frustasi ketika menjawab pertanyaan seperti ini?

Ikah hana cewek, pu kah priek haba kah ino
(kamu tidak punya cewek, jangan banyak ngomong)

Ikah jomblo kronis plus single meube
(kamu jomblo abadi plus single peak)

Kah hana itung le cewek karena kah hana get sikap
(kamu tidak diterima sama cewek karena kamu tidak baik sikap)

Kah lage pungo, gon dede
(kamu itu stress, dan juga dibuat-buat)


Tapi aku punya kecurigaan dengan pertanyaan para fuckers ini, kalau dibahas akan menjadi perpecahan bangsa ini. Tapi walau pun seperti itu, menurut aku perdebatan tentang pernikahan diam-diam terjadi dalam masyarakat the a long shit (orang yang sendiri). Karena semua orang pasti berpikir, kapan aku bisa nikah?

Hari ini aku akan bilang, siapa yang akan kunikahi. Aku akan bilang siapa cewek yang akan aku pilih. Aku akan memilih istri masa depan.

Pembaca jangan tutup dulu atau tidak mau membaca lagi. Jangan marah sama aku, jangan bakar handphone kamu, karena aku akan jelaskan kenapa aku milih istri masa depan. Aku milih istri masa depan, karena aku bisa mengharap istri taat agama, cantik, kaya, baik, setia, yang bisa menerima aku apa adanya datang dalam pelukkanku.

Biar aku jelaskan lebih lanjut. Cowok ketika dia suka sama cewek, itu karena diam-diam ngarap untuk bisa menerima dia. Dia akan diam-diam bayangin pacaran sama cewek tersebut. Ini problemnya sama aku. Aku sekarang cuma bisa ngelakuin itu. Aku tidak berdaya lagi tentang perdebatan itu.

Bisa kalian bayangkan, kalau aku ngarap sama istri masa depan, dan suatu saat, semua keinginanku terkabul, dengan keajaiban alam. Dimana aku dapat yang terbaik.

Akan tiba masa nya. Ketika aku pergi ke Mall Suzuya, atau ke Stand Expo gitu, terus aku melihat cewek perfect disana. Aku mengedipkan mata kapadanya, dan dia balas. Maka, surga telah menerimaku.

Aku tidak tahu, istriku seperti apa. Kalian juga ngak tahu, kalian suami siapa?

Maka itulah alasan kenapa aku memilih istri masa depan. Karena aku bisa ngarap sama dia yang dimasa depan. 

Kamis, 01 September 2016

Alvawan Nazmi; Surat Sejati Buat Guru Raihanah Elyani

Ini adalah cerita tentang guru yang kurang tersenyum. 
Seorang guru yang mengajar di Sekolah MAN 3 Rukoh, Darussalam, Banda Aceh.

Kelas satu, tahun 2005.

Ketika itu, jam pelajaran kosong. Kami mendadak kedatangan guru Matematika. Namanya Buk Raihan. Guru super cepat; kalau jalan cepat, kalau ngajar cepat, kurang senyum, kurang basa-basi. 

Hai.....


Kayaknya buk Raihan waktu kecil orangnya tertutup sekali. HAK.

Setiap masuk, senyumnya selalu tidak ada. Hanya berfokuskan pada pelajaran saja. Walaupun begitu kami terasa dekat dengan beliau. Tapi, kharisma Buk Raihan tu yang tidak pernah hilang dari mata kami. Begitu cantik, perawakannya, sangat menjunjung tinggi nilai perempuan. 

Akan tetapi, jujur Buk. Saya dan teman cowok yang lain tidak mengerti Matematika yang Ibuk ajarkan. Kami hanya memerhatikan cara mengajar Ibuk yang sangat sedap. Tidak ada satu pun yang tersirat dalam kepala saya, hanya saja Kuadrat itu yang mengoyangkan kepala saya.

Ibuk Raihan di mata saya adalah seorang pejuang. Petarung dalam kehidupan. 
Saya sangat suka dengan tipe petarung. Hehe. Andai saja…. Beliau masih MUDA. HAK. 

Saya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan beliau. Tapi... karena kesibukkan.... Hmhmhm.

Oke ya. WE LOVE TEACHER RAIHANAH ELYANI. 

Senin, 01 Agustus 2016

Alvawan Nazmi; Surat Buat Nurul Ismi Siswa yang terimut se-Galaksi

Seorang Siswi memberikan tulisan ini kepada saya. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam lalu sampai sekarang masih saya ingat. 

Saya bagikan di sini karena saya ingin agar Guru diluar sana jangan takut untuk memberikan Metode yang baru yang dianggap aneh bagi siswa/i yang diajarkan. 
Yang belum pernah membacanya bisa bermanfaat.



Hai, Nurul Ismi apa kabar?
Semoga selalu baik-baik saja ya. Kamu masih ingat dengan kelakuan saya, mengajar di kelas kamu? kalau benar kamu ambil ya, kalau salah kamu bakar saja. 



Begini ceritanya...

Pertama sekali saya mengajar di sebuah sekolah, saya bertemu dengan banyak siswa/i, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Saya ditugaskan mengajar untuk kelas 1-4, 1-3 dan 1-5. Sebelum saya terjun, saya menyiapkan Metode Mengajar Stand Up Comedi yang masih panasnya masa itu. Metode seperti ini jarang atau bahkan tidak ada Guru yang pakai. Saya berevolusi sendiri. Bagaimana kejadiannya, apabila saya memakai metode seperti itu.

Metode dengan judul Saya Galau, menjadi trend topic di sekolah. Tiap kali saya masuk kelas siswa/i berteriak “Bapak Galau…….!!” 
Ada yang berbisik-bisik, “Eh, tahu enggak? Bapak Galau mau masuk tuh.” 

Di setiap sudut, di setiap peluang, di setiap jalan, Kata Bapak Galau selalu terdengar dan menghantui saya setiap hari. Banyak siswa/i yang komplen terhadap cara mengajarku. Kadang mereka senang, kadang juga mereka kesal dan marah. Bahkan ada yang buat status di Facebook "Pagi-pagi udah Galau, Hadeuuhh..."

Sudahlah, Mungkin itulah yang mengingatkan saya sama siswa/i di sekolah.

Saya salut dengan kalian semua anak kelas satu yang saya ajari dulu. Sekarang mereka sudah menjadi anak-anak hebat. Ada jadi Dokter, Guru, Teknik, Entrepreneur, dll.
Saya selalu mengingat kalian….
Pesan saya, ‘Be humble n keep spirit.’

Jumat, 24 Juni 2016

Juni 2016; Review Film The Conjuring 2

Apa bedanya Setan Valak dengan Ilmu Falak?

Kalau Setan Valak  Seperti yang dikutip dari Weekinweird pada Kamis (16/6/2016), sebuah kitab bertajukThe Lesser Key of Solomon, yaitu sebuah kitab dari abad ke-17 yang berisi mantra-mantra setan, Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) tidak lain adalah Presiden Agung dari Neraka. Secara umum, Valak adalah tokoh yang berpangkat tinggi di dunia iblis. Sering digambarkan mengendarai naga berkepala dua dan memerintah 30 legiun setan, Valak memiliki wujud seorang anak kecil dengan sayap, meskipun dalam The Conjuring 2, ia digambarkan sebagai seorang setan dengan wajah pucat.

Jelas! Ini BUKAN VALAK. 


Sedangkan Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.

Jadi apa hubungannya antara Valak dengan Ilmu Falak?  Tidak ada
Banyak penonton diluar sana yang bertanya-tanya tentang Setan Valak. Siapa Valak ini? Seperti saya jelaskan diatas. Valak adalah Presiden Setan.
Kalau saja ada The Conjuring 3. Kemungkinan akan ada Pemilihan Presiden baru

Selamat Menonton Film The Conjuring 2. Film baru, tokoh baru lagi, dan sering aja menambahkan lagi. 

Sumber;
Wikipedia
lifestyle.liputan6.com

Rabu, 22 Juni 2016

Review Surat; Alvawan Nazmi Buat All Friends

Mungkin gak banyak pembacaku yang tahu kalau aku adalah seorang Guru. HAK.
Mungkin juga pembacaku ngak tahu kalau aku adalah Seorang Komedi. 

Saat ini aku mau menulis/nge-review perjalanan hidup orang yang kukenal. Buat yang belum tahu, Kenapa sih aku harus menulis tentang orang yang kukenal. Bukankah itu menyita waktu dan gomongin orang itu dosa. Banyak pembacaku diluar sana pasti bertanya seperti itu. 

Aku tidak menulis tentang kejelekan seseorang dalam tulisanku. Ada banyak karakter yang kutulis dalam tulisanku. Ada yang protes ada yang juga ngak, ada yang ketawa berguling-guling ada juga marah sambil mata memerah

Berikut beberapa hal yang aku tulis dalam review kali ini :


1. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-untuk-fauzi-di-hari.html

2. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-buat-mulyani-di.html

3. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-buat-lindawati-di.html

4. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/11/sosok-guru-sm3t-di-kecamatan-sawang.html

5. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-isra-rahmi-di.html

6. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-razaq-al.html

7. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/03/alvawan-nazmi-surat-untuk-banta.html

8. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-isra-rahmi-di.html

9. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/04/review-alvawan-cerita-singkat-untuk.html

10. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/04/alvawan-nazmi-surat-untuk-ms-erli.html

11. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/05/alvawan-nazmi-surat-buat-cut-riska.html

12. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/05/alvawan-nazmi-surat-untuk-maulidi.html

13. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/06/alvawan-nazmi-surat-untuk-fitria-kemala.html

14. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/06/alvawan-nazmi-surat-buat-naili-rahmi.html

15. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untukmu-suraihana.html

16. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-ikram-ramli-di-hari.html

17. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untuk-teuku.html

18. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untuk-rizka-wildani.html

19. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/04/profil-lecos-riazul-iqbal-pauleta.html

20. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/06/padamu-sarinah-padaku-alvawan-selamat.html

21. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/04/pendekar-wanita-dari-bandung-mbak.html


Nah, untuk sementara silakan baca dulu review diatas bagi yang belum baca. Tolong/Silahkan Share kalau ini bermanfaat dan membantu.

Silakan juga baca tulisan selanjutnya sambil nungguin buka puasa

Sabtu, 18 Juni 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Naili Rahmi yang Memikat

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh 





Pertengahan Tahun 2005, Semester 1.

Saat itu, di depanku ada seorang gadis gendut memakai seragam sekolah, tampangnya nggak cantik – cantik banget, diam-pendiam, nalarnya kuat, rekasinya menggila. Dan saat kelasku dibagi, ternyata kami satu kelas. Aku tahu siapa gadis itu, dia anak seorang guru di sekolah tersebut.

Cerita antara kami dimulai.  

Di dalam kelas kami seperti Badak Bercula Empat dengan Gajah bergading runcing. Tidak akurPertikaian antara kami terus berlanjut. Mulai dari berdebat, berdikusi hal konyol, sampai kami beradu mulut depan semua orang. Tiap kali ketemu, tiap kali berpas-pasan dia selalu bilang:

“APA QE?”
Dan ditambah dengan “HAH”!
Lalu menjadi “APA QE, HAH”??

Aku masih tak ambil pusing dengan keadaan ini, tetapi lama kelamaan sikap gadis itu melonjak. Dia sering berdebat denganku baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Di kantin pun jadi.

Dia adalah lawan terberatku setelah Erli Marlina.

Dengan lunglai aku bisa mengerti keadaan dia seperti apa. Dia cantik, tapi ngak manis. Pasti Banyak orang bilang Kamu cantik ya?” dia GR setengah mati dan aku menjawab Kamu SEKSI ya?” dia langsung menombakku. 

Masih terhalang dalam pikiranku. Di dalam kelas dia sangat pendiam. Apalagi kalau guru sedang masuk. Kepintarannya tidak pernah terlihat olehku. Jarang ke papan tulis. Jarang menanggapi dalam diskusi/memberi masukkan maksudnya. Sama sekali tidak terlihat kepintarannya. Apakah dia mencontek aku tidak tahu.

Tamat sekolah aku terkejut. Kenapa? 
Karena dia masuk kuliah menjadi seorang dokter. 
Kan dokter semuanya pintar-pintar? 
Kata siapa? Menurutku tidak.

Tidak sepenuhnya dokter diluar sana pintar. Kadang ada juga bego. Seperti ini contohnya; tiap kali aku ke rumah sakit. Aku selalu di cek dan diberi obat dengan resep tertentu. Hal itu, aku perhatikan secara detail. Langkah-langkah dokter dalam menghadapi pasiennya adalah; Pertama, dokter menayakan "kamu sakit apa?" Saya jawab…… 

Lalu dokter mengecek tubuh saya dimana bagian yang sakit. Kedua, Dokter menuliskan resep obat dan ambil di apotik terdekat. Si dokter tersebut tidak tahu menahu soal penyakit kita seperti apa. Yang penting cek dan dikasih obat. Udah itu aja. Selesaikan urusannya. Tanpa menelusuri penyakit pasien apa. Kalau saja penyakit pasiennya jarang ditemui maka hal tak lain adalah dirujuk ke rumah sakit ternama. Tanpa adanya penelitian langsung oleh dokter tersebut. Oh, mungkin alasannya fasilitas ngak ada? Kalau saja dia mampu berpikir. Kalau posisinya di desa paling ngak harus tahu lah ramuan alam gimana cara olahnya.

Aku paling tidak suka kalau dokter yang aku temui itu, tidak becus dalam menangani pasien. Cuma Tanya penyakit, cek dan kasih obat. Tidak tahu menahu mau sembuh atau tidak? Yang penting kasih obat.

Pernah kutemui dokter cewek. Siang itu aku dari Tapaktuan mau pulang karena baru siap mengajar. Singah sebentar untuk membelikan minuman dingin. Pas depan rumah sakit Tapaktuan aku beli. Dokter cewek itu datang dari arah masuk ke rumah sakit. 
Dia berjalan kaki bersama temannya. 

Aku bertanya, "Kenapa sih kalo dokter selalu ditekan perut kalau penyakitnya seperti sakit perut? Malah bertambah sakitkan? Soalnya aku pernah merasa kesakitan. Dan itu kalau diperiksa di perut, ditekan sekuatnya. Aneh kan?"

Dokter cewek itu bingung. Karena ngak enak tadi merasa pintar, lalu dia menjawab pertanyaanku; "Memang begitu prosedurnya Bang. Kami waktu kuliah, kami diajarinnya seperti itu."

<< “Kalau mereka diajari untuk mutilasi bayi dalam kandungan gimana? 
Mereka mau juga? Aku menelan ludah, lalu menarik napas dan bilang dalam hati GOBLOK LOEE !!!!

Aku tidak membicarakan tentang profesi temanku ini. Sesama kawan saling mengingatkan. Alangkah baiknya kalau kita bisa berpikir sebentar, menanggapi keluhan, mendekati penyakit pasien yang dialami, lalu mencari jawaban atas penyakitnya. Jangan asik untuk make up, selfi, glamor depan pasien dan Medos.

Sebagai aku, seorang Guru (pendidik) sangat bisa mempelajari gerakan atau tubuh siswa. Makanya 70 % guru mempelajari ilmu Psikologi. Mungkin bagian Dokter juga pasti ada? Coba insting itu digunakan dengan baik. Yah, tergantung kepintaran kita juga. Pintar dalam hal berkomunikasi tentunya.

Untuk teman Cimiwilku ini yang sundek, sebenarnya aku yakin terhadap kemampuanmu. Aku cuma bercanda kalau aku tidak yakin (Bm). Tetap semangat, walaupun disana Gunung. Karena kutahu, kamu itu tidak pernah melihat dunia, karena selama kukenal, kamu selalu di rumah. Sekolah dan Rumah. Tanpa melihat atau jalan ke suatu tempat. 

Mungkin.

Paling tidak itu sebuah pengalaman. Suatu saat nanti kamu pasti tugas di Desa, kalau lewat PNS. Karena kuota sekarang di kota tidak memungkinkan. So, keep Fighting Nel.
  
Ini bukan soal bundamu, bukan soal tentang kamu anak mami. Tapi ini soal sebagai anak satu-satunya dalam keluarga, yang pada suatu saat kamu bakal sendiri.

Happy NEL.
HARD YOU. HAK

Senin, 13 Juni 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Fitria Kemala Sari si Cewek Panas

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh


Siang itu rasanya gerah sekali, aku menghapus keringat yang menetes hampir sekujur tubuhku. Dengan sapu tangan coklat yang selalu kutaruh di saku celana sebelah kanan, setengah celingak-celinguk di depan rumahnya Fitria. 

Saat itu kami baru saja menyelesaikan ujian sekolah, party ke rumah fiduh menjadi sasaran empuk. Rumah fiduh tidak terlalu jauh dari Fitria. Kami mempunyai keinginan yang luar biasa untuk membuat kejutan di rumah Fitria. Jadi, kami pergi ke rumahnya.


Makan Bakso yokkk.... :D


(Kejutan yang kami maksud disini bukan mengitip dia lagi mandi, ya) Hak

Sesampai di rumahnya, kami tidak melihat tanda-tanda kehidupan disana. 
Sepi tak berpenghuni.

Fitri…
Assslamualaikum…
Tidak ada orang menjawab.
Singkat cerita, kami kembali lagi ke rumah fiduh.

Bay the way, tahun 2007. Kelas 2 MAN 3 Rukoh. Kami berjumpa.  

Sebenarnya aku tidak tahu persis siapakah dia sebenarnya, tapi lamban laun aku bisa mengenalnya. This is Fitria Kemala Sari yang kuberi perhargaan sebagai Cewek super hot.

Kenapa?


Karena, Cewek panas ini sewaktu kukenal mempunyai aura karakteristik yang mengoda. Wajah selalu ditutupi oleh bedak yang tebal, lipstick tipis, ascedo master, bulu mata yang hitam. Pinggulnya ramping, menusuk kedalam tulang IGA, body aduhai, lessonnya cibinol, HMmmm. Huppsss…. Hasyyiiimmm…..


Tapi, sayang. Para cowok tidak tertarik dengannya, (itu menurut versiku). Setahuku gitu.

Tapi ngak tahu juga sih, dia main dibelakangku sama cowok lain atau ngak.
Atau yang parahnya lagi dibelakang semua ini, dia telah memiliki banyak cowok diluar sana.

Fitria selalu memandang kebersihan. Dari pakaiannya yang glamor hingga kulit yang licin. Dia sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya. Jarang curhat, jarang ngobrol ini itu. 

Tidak sepertiku, selalu menjadi bahan pembicaraan orang. Kenapa tidak, pas aku berjalan ke luar rumah saja, banyak fans-fans setiaku yang pengen minta poto-poto. HAK.

Oke, Aku melihatnya sebagai cewek yang panas. Setiap aku menatap matanya, setiap aku berpas-pasan di kelas, dia selalu memiliki inner beauty yang kuat seperti MISTIS, sehingga aku terkapar dalam sekejap.

Fitria adalah cewek yang sangat seksi, saking seksinya kepintarannya menurun. 

Dia bego dalam kelas. HAK.

Memang begitu alam berkata. Banyak cewek panas itu bego ! HAK.

Setelah sekian lama tidak bertemu. Hampir 8 tahun. Tiba-tiba saja, Aku dikejutkan oleh berita panas sama teman-teman. Ternyata fitria sudah menikah.


Pintar kali kamu milih fit. :D

Aku terkejut, scok, betabolisme darah putihku naik? Dan mulai bertanya siapa cowok bego itu yang mau sama fitria?

Sejuta pertanyaan menghantuiku, dilema panas baru saja terjadi.

“Ya, ampun si fitria menikah, dengan cowok tampan lagi”.
Kata seorang teman cantoi.

Memang benar, suaminya ganteng dan seorang Bankir.
Hebat si fitria, pandai kali dia membuat ranjau. HAK.

Secara harfiah, fitria adalah cewek yang cuek di dalam kelas. Dia selalu main Handphone dalam kelas. Tiap kali guru keluar, tiap kali juga dia memainkan Hp plus dengan mengaca di kaca favoritnya.

Tidak ada reaksi apa-apa dia terhadapku, hanya saja aku yang selalu mereaksinya terlebih dahulu. Panas BUNG !

Selanjutnya, mendengar kabar darinya. 
Sekarang dia tinggal di Meulaboh bersama suaminya dan Bahagia.
Eh, katanya anak fitria lagi sakit ya. Semoga cepat sembuh jagoanmu Fit.

Happy TOS.

 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.