Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Alvawan Nazmi; Surat Sejati Buat Guru Raihanah Elyani

Ini adalah cerita tentang guru yang kurang tersenyum. 
Seorang guru yang mengajar di Sekolah MAN 3 Rukoh, Darussalam, Banda Aceh.

Kelas satu, tahun 2005.

Ketika itu, jam pelajaran kosong. Kami mendadak kedatangan guru Matematika. Namanya Buk Raihan. Guru super cepat; kalau jalan cepat, kalau ngajar cepat, kurang senyum, kurang basa-basi. 

Hai.....


Kayaknya buk Raihan waktu kecil orangnya tertutup sekali. HAK.

Setiap masuk, senyumnya selalu tidak ada. Hanya berfokuskan pada pelajaran saja. Walaupun begitu kami terasa dekat dengan beliau. Tapi, kharisma Buk Raihan tu yang tidak pernah hilang dari mata kami. Begitu cantik, perawakannya, sangat menjunjung tinggi nilai perempuan. 

Akan tetapi, jujur Buk. Saya dan teman cowok yang lain tidak mengerti Matematika yang Ibuk ajarkan. Kami hanya memerhatikan cara mengajar Ibuk yang sangat sedap. Tidak ada satu pun yang tersirat dalam kepala saya, hanya saja Kuadrat itu yang mengoyangkan kepala saya.

Ibuk Raihan di mata saya adalah seorang pejuang. Petarung dalam kehidupan. 
Saya sangat suka dengan tipe petarung. Hehe. Andai saja…. Beliau masih MUDA. HAK. 

Saya sudah sangat lama tidak berjumpa dengan beliau. Tapi... karena kesibukkan.... Hmhmhm.

Oke ya. WE LOVE TEACHER RAIHANAH ELYANI. 

Senin, 01 Agustus 2016

Alvawan Nazmi; Surat Buat Nurul Ismi Siswa yang terimut se-Galaksi

Seorang Siswi memberikan tulisan ini kepada saya. Sebuah tulisan yang menyentuh menurut saya. Dan membuat saya merenung dalam-dalam lalu sampai sekarang masih saya ingat. 

Saya bagikan di sini karena saya ingin agar Guru diluar sana jangan takut untuk memberikan Metode yang baru yang dianggap aneh bagi siswa/i yang diajarkan. 
Yang belum pernah membacanya bisa bermanfaat.



Hai, Nurul Ismi apa kabar?
Semoga selalu baik-baik saja ya. Kamu masih ingat dengan kelakuan saya, mengajar di kelas kamu? kalau benar kamu ambil ya, kalau salah kamu bakar saja. 



Begini ceritanya...

Pertama sekali saya mengajar di sebuah sekolah, saya bertemu dengan banyak siswa/i, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3. Saya ditugaskan mengajar untuk kelas 1-4, 1-3 dan 1-5. Sebelum saya terjun, saya menyiapkan Metode Mengajar Stand Up Comedi yang masih panasnya masa itu. Metode seperti ini jarang atau bahkan tidak ada Guru yang pakai. Saya berevolusi sendiri. Bagaimana kejadiannya, apabila saya memakai metode seperti itu.

Metode dengan judul Saya Galau, menjadi trend topic di sekolah. Tiap kali saya masuk kelas siswa/i berteriak “Bapak Galau…….!!” 
Ada yang berbisik-bisik, “Eh, tahu enggak? Bapak Galau mau masuk tuh.” 

Di setiap sudut, di setiap peluang, di setiap jalan, Kata Bapak Galau selalu terdengar dan menghantui saya setiap hari. Banyak siswa/i yang komplen terhadap cara mengajarku. Kadang mereka senang, kadang juga mereka kesal dan marah. Bahkan ada yang buat status di Facebook "Pagi-pagi udah Galau, Hadeuuhh..."

Sudahlah, Mungkin itulah yang mengingatkan saya sama siswa/i di sekolah.

Saya salut dengan kalian semua anak kelas satu yang saya ajari dulu. Sekarang mereka sudah menjadi anak-anak hebat. Ada jadi Dokter, Guru, Teknik, Entrepreneur, dll.
Saya selalu mengingat kalian….
Pesan saya, ‘Be humble n keep spirit.’

Jumat, 24 Juni 2016

Juni 2016; Review Film The Conjuring 2

Apa bedanya Setan Valak dengan Ilmu Falak?

Kalau Setan Valak  Seperti yang dikutip dari Weekinweird pada Kamis (16/6/2016), sebuah kitab bertajukThe Lesser Key of Solomon, yaitu sebuah kitab dari abad ke-17 yang berisi mantra-mantra setan, Valak (atau Ualac, Valac, Valax, Valu, Valic, Volac) tidak lain adalah Presiden Agung dari Neraka. Secara umum, Valak adalah tokoh yang berpangkat tinggi di dunia iblis. Sering digambarkan mengendarai naga berkepala dua dan memerintah 30 legiun setan, Valak memiliki wujud seorang anak kecil dengan sayap, meskipun dalam The Conjuring 2, ia digambarkan sebagai seorang setan dengan wajah pucat.

Jelas! Ini BUKAN VALAK. 


Sedangkan Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit-khususnya bumi, bulan, dan matahari-pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk diketahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya, agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi.

Jadi apa hubungannya antara Valak dengan Ilmu Falak?  Tidak ada
Banyak penonton diluar sana yang bertanya-tanya tentang Setan Valak. Siapa Valak ini? Seperti saya jelaskan diatas. Valak adalah Presiden Setan.
Kalau saja ada The Conjuring 3. Kemungkinan akan ada Pemilihan Presiden baru

Selamat Menonton Film The Conjuring 2. Film baru, tokoh baru lagi, dan sering aja menambahkan lagi. 

Sumber;
Wikipedia
lifestyle.liputan6.com

Rabu, 22 Juni 2016

Review Surat; Alvawan Nazmi Buat All Friends

Mungkin gak banyak pembacaku yang tahu kalau aku adalah seorang Guru. HAK.
Mungkin juga pembacaku ngak tahu kalau aku adalah Seorang Komedi. 

Saat ini aku mau menulis/nge-review perjalanan hidup orang yang kukenal. Buat yang belum tahu, Kenapa sih aku harus menulis tentang orang yang kukenal. Bukankah itu menyita waktu dan gomongin orang itu dosa. Banyak pembacaku diluar sana pasti bertanya seperti itu. 

Aku tidak menulis tentang kejelekan seseorang dalam tulisanku. Ada banyak karakter yang kutulis dalam tulisanku. Ada yang protes ada yang juga ngak, ada yang ketawa berguling-guling ada juga marah sambil mata memerah

Berikut beberapa hal yang aku tulis dalam review kali ini :


1. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-untuk-fauzi-di-hari.html

2. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-buat-mulyani-di.html

3. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/09/alvawan-nazmi-surat-buat-lindawati-di.html

4. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/11/sosok-guru-sm3t-di-kecamatan-sawang.html

5. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-isra-rahmi-di.html

6. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-razaq-al.html

7. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/03/alvawan-nazmi-surat-untuk-banta.html

8. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/02/alvawan-nazmi-surat-untuk-isra-rahmi-di.html

9. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/04/review-alvawan-cerita-singkat-untuk.html

10. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/04/alvawan-nazmi-surat-untuk-ms-erli.html

11. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/05/alvawan-nazmi-surat-buat-cut-riska.html

12. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/05/alvawan-nazmi-surat-untuk-maulidi.html

13. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/06/alvawan-nazmi-surat-untuk-fitria-kemala.html

14. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2016/06/alvawan-nazmi-surat-buat-naili-rahmi.html

15. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untukmu-suraihana.html

16. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-ikram-ramli-di-hari.html

17. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untuk-teuku.html

18. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/07/alvawan-nazmi-surat-untuk-rizka-wildani.html

19. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/04/profil-lecos-riazul-iqbal-pauleta.html

20. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/06/padamu-sarinah-padaku-alvawan-selamat.html

21. http://alvawannazmi.blogspot.co.id/2015/04/pendekar-wanita-dari-bandung-mbak.html


Nah, untuk sementara silakan baca dulu review diatas bagi yang belum baca. Tolong/Silahkan Share kalau ini bermanfaat dan membantu.

Silakan juga baca tulisan selanjutnya sambil nungguin buka puasa

Sabtu, 18 Juni 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Naili Rahmi yang Memikat

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh 





Pertengahan Tahun 2005, Semester 1.

Saat itu, di depanku ada seorang gadis gendut memakai seragam sekolah, tampangnya nggak cantik – cantik banget, diam-pendiam, nalarnya kuat, rekasinya menggila. Dan saat kelasku dibagi, ternyata kami satu kelas. Aku tahu siapa gadis itu, dia anak seorang guru di sekolah tersebut.

Cerita antara kami dimulai.  

Di dalam kelas kami seperti Badak Bercula Empat dengan Gajah bergading runcing. Tidak akurPertikaian antara kami terus berlanjut. Mulai dari berdebat, berdikusi hal konyol, sampai kami beradu mulut depan semua orang. Tiap kali ketemu, tiap kali berpas-pasan dia selalu bilang:

“APA QE?”
Dan ditambah dengan “HAH”!
Lalu menjadi “APA QE, HAH”??

Aku masih tak ambil pusing dengan keadaan ini, tetapi lama kelamaan sikap gadis itu melonjak. Dia sering berdebat denganku baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Di kantin pun jadi.

Dia adalah lawan terberatku setelah Erli Marlina.

Dengan lunglai aku bisa mengerti keadaan dia seperti apa. Dia cantik, tapi ngak manis. Pasti Banyak orang bilang Kamu cantik ya?” dia GR setengah mati dan aku menjawab Kamu SEKSI ya?” dia langsung menombakku. 

Masih terhalang dalam pikiranku. Di dalam kelas dia sangat pendiam. Apalagi kalau guru sedang masuk. Kepintarannya tidak pernah terlihat olehku. Jarang ke papan tulis. Jarang menanggapi dalam diskusi/memberi masukkan maksudnya. Sama sekali tidak terlihat kepintarannya. Apakah dia mencontek aku tidak tahu.

Tamat sekolah aku terkejut. Kenapa? 
Karena dia masuk kuliah menjadi seorang dokter. 
Kan dokter semuanya pintar-pintar? 
Kata siapa? Menurutku tidak.

Tidak sepenuhnya dokter diluar sana pintar. Kadang ada juga bego. Seperti ini contohnya; tiap kali aku ke rumah sakit. Aku selalu di cek dan diberi obat dengan resep tertentu. Hal itu, aku perhatikan secara detail. Langkah-langkah dokter dalam menghadapi pasiennya adalah; Pertama, dokter menayakan "kamu sakit apa?" Saya jawab…… 

Lalu dokter mengecek tubuh saya dimana bagian yang sakit. Kedua, Dokter menuliskan resep obat dan ambil di apotik terdekat. Si dokter tersebut tidak tahu menahu soal penyakit kita seperti apa. Yang penting cek dan dikasih obat. Udah itu aja. Selesaikan urusannya. Tanpa menelusuri penyakit pasien apa. Kalau saja penyakit pasiennya jarang ditemui maka hal tak lain adalah dirujuk ke rumah sakit ternama. Tanpa adanya penelitian langsung oleh dokter tersebut. Oh, mungkin alasannya fasilitas ngak ada? Kalau saja dia mampu berpikir. Kalau posisinya di desa paling ngak harus tahu lah ramuan alam gimana cara olahnya.

Aku paling tidak suka kalau dokter yang aku temui itu, tidak becus dalam menangani pasien. Cuma Tanya penyakit, cek dan kasih obat. Tidak tahu menahu mau sembuh atau tidak? Yang penting kasih obat.

Pernah kutemui dokter cewek. Siang itu aku dari Tapaktuan mau pulang karena baru siap mengajar. Singah sebentar untuk membelikan minuman dingin. Pas depan rumah sakit Tapaktuan aku beli. Dokter cewek itu datang dari arah masuk ke rumah sakit. 
Dia berjalan kaki bersama temannya. 

Aku bertanya, "Kenapa sih kalo dokter selalu ditekan perut kalau penyakitnya seperti sakit perut? Malah bertambah sakitkan? Soalnya aku pernah merasa kesakitan. Dan itu kalau diperiksa di perut, ditekan sekuatnya. Aneh kan?"

Dokter cewek itu bingung. Karena ngak enak tadi merasa pintar, lalu dia menjawab pertanyaanku; "Memang begitu prosedurnya Bang. Kami waktu kuliah, kami diajarinnya seperti itu."

<< “Kalau mereka diajari untuk mutilasi bayi dalam kandungan gimana? 
Mereka mau juga? Aku menelan ludah, lalu menarik napas dan bilang dalam hati GOBLOK LOEE !!!!

Aku tidak membicarakan tentang profesi temanku ini. Sesama kawan saling mengingatkan. Alangkah baiknya kalau kita bisa berpikir sebentar, menanggapi keluhan, mendekati penyakit pasien yang dialami, lalu mencari jawaban atas penyakitnya. Jangan asik untuk make up, selfi, glamor depan pasien dan Medos.

Sebagai aku, seorang Guru (pendidik) sangat bisa mempelajari gerakan atau tubuh siswa. Makanya 70 % guru mempelajari ilmu Psikologi. Mungkin bagian Dokter juga pasti ada? Coba insting itu digunakan dengan baik. Yah, tergantung kepintaran kita juga. Pintar dalam hal berkomunikasi tentunya.

Untuk teman Cimiwilku ini yang sundek, sebenarnya aku yakin terhadap kemampuanmu. Aku cuma bercanda kalau aku tidak yakin (Bm). Tetap semangat, walaupun disana Gunung. Karena kutahu, kamu itu tidak pernah melihat dunia, karena selama kukenal, kamu selalu di rumah. Sekolah dan Rumah. Tanpa melihat atau jalan ke suatu tempat. 

Mungkin.

Paling tidak itu sebuah pengalaman. Suatu saat nanti kamu pasti tugas di Desa, kalau lewat PNS. Karena kuota sekarang di kota tidak memungkinkan. So, keep Fighting Nel.
  
Ini bukan soal bundamu, bukan soal tentang kamu anak mami. Tapi ini soal sebagai anak satu-satunya dalam keluarga, yang pada suatu saat kamu bakal sendiri.

Happy NEL.
HARD YOU. HAK

Selasa, 31 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Maulidi Saputra Sang Gitaris Gaul

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh



Sheiiiiitttt, Fuck the Hell Molidi.

Cowok brengsek satu ini adalah teman kampretku masa dulu di MAN 3 Rukoh. Banyak kebejatan yang kami lakukan. Mulai dari pipis di toilet misteri, merokok depan sekolah (Kios Ngoh). Nyontek bersekala besar. Gangguin teman cewek dalam kelas dan masih banyak lagi. Kami selalu bermain bersama di sekolah. Kekompakkan kami menuai keirian dengan kelas lainnya.

Teugoh sms keu ayang, bek karu-karu beh :D

Setiap istirahat, kami selalu merokok diluar sekolah. Dari dulu memang molidi sangat aktif merokok. Lihat saja, mukanya seperti kentang goreng, tipis namun renyah. Dia selalu memakai kacamata hitamnya ke sekolah. Karena kami penasaran; bagaimana bentuk wajahnya, aku memaksa melepaskannya.

Kami sempat berantem cilet-cilet, karena dari sisi lain aku dipancing oleh si Pan Panjang (kamu tahu orangnya siapa). Untuk mencoba membuka kacamatanya.

Kegilaan penuh kegilaan atas apa yang kami lakukan. Dia tidak sombong, baik juga tidak. Tapi mempunyai perangai yang ramah. Untuk urusan cewek dia paling gatal waktu dulu, namun tidak pernah terlihat saja oleh teman lain. Dia tahu cewek yang cantik, bahenol, dan asoy. Namun tidak berani mengungkapnya.

Tak ada angin, tak ada hujan. Dia sekarang menjadi Jagoannya. 
Tanpa pemberitahuan yang jelas, akhirnya kampret ini menikah dengan cewek cantik.
Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya? Aku aja turun gunung naik gunung, tapi belum mendapatkan cewek idamanku. Tapi, alam berkata lain. dia berhasil menikah lalu mendahuluiku.

Brengsek !

Bahagianyaa.... Aku ikut bahagia juga :)

Sebenarnya dia anak Band, jago main gitar. Dan terinspirasi dari Grup Band Radja. Gitaris Molidi. Di kelas, kami sering memainkan musik, mulai dari pukul meja, bawa gitar kapok, dan menyanyikan lagu kesukaan kami. Sehingga kami berteriak seperti orang gila. Dan menganggu kelas lain.

~Dulu kami sering memutar lagu LinkinPark di HP~

Kami dulu adalah sekumpulan orang Brengsek. Saking brengseknya, aku dan teman lain sering dipandang negatif oleh kaum cewek. Tapi, tak apalah. Badai pasti berlalu. Sekarang kami bangkit menjadi Pria baik, dan Suami yang baik untuk Istri dan Anak Kami. Kelak. *TOS

Setahuku, dia sekarang menjadi penguasaha dapur. 
Memiliki Istri yang cantik.
Mempunyai Penghasilan yang Sehat.

Kadang kami rewel, Kadang juga kami ribut. 
Itu semua mempunyai cerita, yang tak bisa hilang dari memori kami.

So, "Ik ben blij met elkaar eens, het spelen van muziek zoals bedelaars op school, mis ik een lange tijd en ik wil het weer terug ..." *jerman

Minggu, 29 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Cut Riska Aliana di Awal Ramadan 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

“Aku bodoh..”.
Kira-kira itu yang terletak dalam otakku saat ini. Dia jauh lebih pintar dariku, dan banyak akal. Dia tidak suka diganggu dan tidak pernah ada cowok yang menganggu dia. Karena badannya yang kekar seperti anak lelaki pada umumnya. Jadi, para cowok enggan untuk mendekatinya.
Aku enggan menulis cerita atau sub biografinya disini. Karena tidak ada cerita hebat tentang dia dalam memori kecilku. Hampir semua teman di sekolah MAN 3 Rukoh kutulis disini, tapi entah kenapa kini aku menuliskannya.
Dia adalah Cut Riska Aliana. Tinggi 169 cm, berbadan sehat (gemuk dikit) bibir melebar, dan persis seperti Ibu PKK. Postur tubuhku dan dia tidak jauh berbeda. Kami memiliki kesamaan, terutama bentuk wajah. Iya, muka kami terlihat lebih tua dari umur kami.
Senyumnya Itu Lho. :D
Dia tidak cantik. Cuma keadaan yang membuat kecantikkannya bersinar. Dia tidak seperti cewek lain. Jarang sekali menata wajahnya, begitu pula dengan fashionnya, tidak dipedulikan sama sekali. Heran saya.
Aku tidak pernah tahu tentang pribadinya yang dalam. Sehingga aku menerka-nerka. Seperti abang Mulkan, aku kira itu abang kandungnya, tetapi itu hanyalah tipuan semata. Guru yang bernama Ibu Cut, aku kiranya ibunya, tetapi itu hanya muslihat semata.
Begitupula dengan status dia sekarang. Dari dulu dia tidak pernah tercium bau asmara dengan cowok lain. Sampai sekarang aku tidak tahu.
Hmhm.. .. :D
Aku ngak tahu dia sekarang bagaimana, keadaannya, bahkan status tinggalnya sekarang aku tidak tahu. Belakangan ini dia sering pergi sana-sini. Terakhir di Jogja.
Dia very nice, dan sangat terjaga kewibawaan harkat wanitanya. Sangat very ke Ibu-ibuan. Sangat beruntung mendapatinya. Karena well, dia princess satu-satunya dalam keluarga, dan abangnya ada dua. Setahuku.
Oke, cukup itu ulasan tentang dirinya. Dimana pun kamu berada, tetap kasih yang terbaik buat keluarga ya, sahabat dan orang terdekatmu. Tetap Semangat ! 
End.

Kamis, 14 April 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Ms. Erli Marlina yang SOK

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

Erli Marlina

Dia sok; sok pintar, sok tahu, sok-sok-an. Aku bisa menilainya dari dulu. Tingginya 165 cm, kurus, wajahnya kayak ibu PKK, lembut, karena kutahu aku pernah memegang tangannya. Bersih, putih, latah, takut, phobia terhadapku. Aku ngak tahu kenapa, ketika melihatku dia selalu saja menghindar dan lari dari kenyataan. Tanpa kusadari, aku binggung sendiri, atas apa yang pernah kulakukan atau apakah aku dianggap paling ditakuti selain SETAN. Aku tidak mengerti.

Ketika itu, seragam baru milikku tercium wangi, menandakan baju itu baru saja kubeli. Hari itu, mendung. Pertama kali masuk sekolah Man 3 Rukoh, aku tidak begitu peduli dengan orang sekitar termasuk para cewek. Bagiku mereka biasa saja. Mereka selalu pergi bersama-sama dan mempunyai kelompok atau grup. Aku tidak heran. Akan tetapi perasaan yang menyebalkan itu timbul. Aku bisa menerawang lawan terberatku di dalam kelas adalah seorang cewek.

Selama seminggu di mulai proses pembelajaran.  Aku terus saja bermain dengan teman para cowok tolol (kamu tahukan teman mainku siapa saja?). Ketika itu,  pelajaran Matematika masuk, Nama gurunya Buk Raihan. Minggu demi minggu semua pelajaran masuk. Aku sudah merasa letih, kusut, seperti orang bodoh. Gagasan ilmu yang kutuangkan dalam kelas di banting begitu saja oleh cewek sok ini.

Perdebatan demi perdebatan dimulai. Perang antar suku tak henti-hentinya. Dia sudah kelewatan kepintarannya. Jagonya sudah tidak bisa dikontrol, semua anak cowok benci kali melihat dia. Tapi dengan kepintarannya dan kebodohan terhadap diriku aku selalu saja mencontek punya dia. Semua anak cowok goblok berharap ilmu kepadanya.

Tiap pagi, kalau saja ada tugas PR pasti dia selalu diburu oleh semua cowok. Apalagi kalau tidak mencontek.

Semua telah terjadi, kelas 2 kami pisah begitu juga kelas 3. Tapi masih satu sekolah cuma beda kelas. Tidak ada lagi perdebatan, tidak lagi ada perang suku.

Semuanya hampa.

Sekarang dia masih sama, SOK. Pergaulannya tidak jauh. Dia tertutup sekali. Dia orang rumah. Susah kali berteman dengannya. Dia pilih-pilih dalam hal pertemanan.

Pertanyaannya adalah KENAPA KAMU BEGITU? ERLI MARLINA. Kamu harus jelaskan kepada publik. Beri kami keterangan. 

Oke begitu saja ya. Aku benci melanjutkan surat ini. Hufp.
Itu aja ya. Oke itu aja. LOL.

Rabu, 13 April 2016

Review Alvawan: Cerita singkat untuk Talita Rahmata

Tahun-tahun lalu, aku biasanya nulis tentang kejelekkan yang kuhadapi dalam kehidupan ini, tahun 2016 aku akan lebih banyak menulis tentang/review orang terdekat, keluarga dan berbagai macam hal. 

Sebelum sempat finising tulisan ini, musibah datang. Ayah terbaik di dunia meninggal. Pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 17.46 (sore) di Banda Aceh. Sebelum meninggal, aku sempat menceritakan tentang perempuan ini sama Ayah. Karena waktu itu Ayah sempat melihatku sedang mengecek potonya. Lalu tiba-tiba Ayah bertanya "Dia orang mana?" Aku menjawab "Sigli Yah." dan Beliau memberikan senyuman terbaiknya.

Tulisan kali ini adalah untuk seorang special yang belum pernah kutemui. Perempuan ini bernama Talita Rahmata, biasa dipanggil Rara. Aku mengenalnya di BlackBerry Masengger. Ya, disuatu tempat grup BM. Pertemanan kami berjalan alot di BM. begitu juga lewat Telepon, kami terus bercerita. Karena sering aku menelepon, suatu ketika teleponnya tidak pernah lagi diangkat (mungkin sibuk). Dan setelah itu aku tidak memberanikan diri untuk menelepon. Sewaktu-waktu, kami seringkali membahas tentang masalah kuliah, 3 sahabat cowoknya yang selalu memberikan warna terhadapnya. Ya, begitulah. Kami mempunyai banyak cerita. 

Saat ini, Ia sudah menyelesaikan sidang untuk Sarjana Ekonomi di salah satu Universitas di Banda Aceh. Sedangkan aku sedang mengajar nyut-nyut di Tapaktuan. Ia sering capek, dari pagi pergi sampai sore pulang demi mendapatkan Sarjana. Suatu perjuangan yang berarti buat dia. Aku sering memberinya motivasi dan semangat dalam menjalani semuanya. 

Selama berbulan lamanya pertemanan di BM. Aku menaruh segala potonya di HP. Ini adalah langkah, dimana aku akan selalu melihat dia walaupun jarak antara ia dan aku sangat jauh. Namun aku memperhatikan dia selalu lewat Dunia Maya. 























Great.... Insyaallah kalau ada umur panjang, sampai ketemu di Banda Aceh ya....

 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.