Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Desember 2017

Surat Untuk Dedi Ferdian Sang Melokonis What The Fucker

Tulisan ini lahir, ketika saya mengunjungi sekolah dasar di Banda Aceh. Ketika itu saya mengantarkan surat Undangan Seminar. Melihat anak-anak SD bermain, belajar dan berlari-lari ada suatu hal yang menyenangkan, membuat saya tersenyum, alangkah bahagianya mereka.

Ada juga siswa SD yang dikejar oleh guru karena bandel. “Hai neuk bek batat tat, buk cubit teuk” mungkin kalimat itu bisa mengambarkan keadaan saya waktu lalu. Masa saya berlari-lari dengan sahabatku. Iya dia! Fuck him. Kalau saya tulis tentang teman satu ini, rasanya berada pada masa lalu saya.

Teman saya satu ini tidak jauh beda dengan saya. Dia dicintai oleh guru sedangkan saya selalu dimarahi oleh guru. Iya dulu anaknya pintar, tapi sekarang dia udah bego.

Dia selalu menjadi cemoohan dari teman gank kami, dia selalu diejek kekurangannya, “kamu lihat dian? Dian siapa? Pak ian ‘juleng’? oh ada, dia lagi berak di sungai itu! 

Sungai itu bisa kitakan katakan sungai kecil, atau ‘lueng’ besar, lebar lueng itu cuma 2 meter dan panjang lueng itu sekitar 4 Km. Tepat samping sekolah sungai itu dijadikan tempat berkumpulnya gank kami, kecuali pak Ian, dia jarang ke lueng itu, karena dia dimarahi oleh buk guru, kalau mau ke lueng itu sih pak ian cuma berak ajaSaking dicintai oleh semua guru, saya menjadi cemburu sama kampret itu, saya berencana untuk membuang dia ke lueng itu. Dia tidak setia kawan, dia bego! Paling bisa cari perhatian. 

Dia sekarang sudah dewasa (ah, ngak bisa lagi ku pukul dia karena nanti ada perlawanan).
Dia sudah tamat kuliah sebagai teknik industri.
Dia sekarang menjadi operator sekolah terkemuka di gampong saya. Dia hobi sepak bola namun sok pandai main bola. Dia punya masalah tapi tidak pernah mengadu atau mengeluh dengan masalahnya. Hal ini yang menjadikan sosok pak ian salah satu cowok cool di gampong saya. Katanya dia punya cewek namun setelah diteliti tidak ada. Entahlah mungkin hanya imajinasinya saja. 

Namanya sahabat saya ini, Dedi Ferdian. Dia salah satu teman diwaktu Sekolah Dasar, dan MTsN. Kami sangat dekat sekali, kami bersaudara. Tapi kami sering berkelahi satu sama lain. Hal yang saya ingat waktu SD kelas 6 adalah saya pernah menarik baju ke kelas dan memukul perutnya! “Hukh” suara yang keluar dari mulutnya. Syukur dia tidak  membalas pukulan saya, seperti anak bego! Begitu jahatnya saya waktu kecil. HAHAHAHA. Saya hari ini menyesal telah berbuat begitu padanya. Dosakah saya? Tidak! Mana mungkin! HAHAHAAHA. Perlu saya ingatkan kembali dia! Mungkin dia sudah lupa. Maafkan dosa saya masa lalu ya. 

Cuma itu yang saya tulis buat dia. Semoga sukses terus bro! patuhi perintah pak Agus, kita sama-sama adalah murid pak agus yang akan direkom untuk meneruskan titah pemerintah gampong simpang 3 sawang aceh selatan. Tunggu saya pulang ya? Kita akan bersua kembali dan membicarakan hal seru masa SD dulu.





Sabtu, 25 November 2017

Surat untuk Ms. Zakiati yang mempesona dimata siswanya

Kecintaannya pada sekolah tak pernah surut, Ms. Zakiati bahkan mengombinasikannya dengan cara yang berbeda, gaul, menyuplai, cantik, awet, mudah bergaul dengan orang lain, pandai memberikan motivasi, sosial tinggi, lebay, modis tinggi. Semua itu mampu mengobati luka bila siapa pun yang dekat dengannya; termasuk saya.
Apa yang dilakukan Ms. Zakiati melampaui tugasnya sebagai guru. Waw.
Ia membuat sekolah tidak habis matinya. Kehadiran Ms. Zakiati di sekolah seperti magic intrasional. Sosok penuh talenta, pandai berbicara adalah skill utamanya. Salah satu daerah kekuasaannya adalah tempat piket. Duduk sambil membaca menjadi keahliannya. Ms. Zakiati mempunyai gelar nama yang saya deklarasikan yaitu Miss Prefect.

Seperti umumnya guru-guru lain, fakta seorang Ms. Zakiati tidak luput dari gosip, ia meresponnya dengan bijak serta penuh senyuman. Ms. Zakiati adalah guru sekaligus ibu yang tegar dalam persoalan kehidupan. Ia tak merasa istimewa, cuma guru biasa saja. Guru panutan terhadap siswanya.

Pada awalnya guru yang pertama kali dekat dengan saya, sesudah pak Zaini, pak Mulizar, buk Zuhra adalah Ms. Zakiati. Kami punya kesamaan satu sama lain, tingkah laku kami sama, sama-sama buat heboh, sama-sama membuat orang tertawa, sama-sama berpikir sosialita, this is real Ms. Zakiati.

Hari jadi seluruh guru se-indonesia, saya turut berpartisipasi untuk kemajuan pendidikan Indonesia, semoga semua guru sehat serta dalam lindungan Allah yang maha Esa.

Teruntuk semua guru yang ada di MAN 4 Aceh Besar, sekali lagi saya ucapkan selamat hari GURU NASIONAL. Bapak Anies Baswedan mengatakan bahwa untuk menjadi guru ada 4 level yang harus dimiliki: (1) Mengajar, (2) Mendidik, (3) Menginspirasi, (4) Menggerakkan.

Kita tahu dan masih ingat siapa guru yang paling berkesan, masa kita sekolah dulu. Ya, guru itu pasti memiliki 4 level itu. 20 tahun atau 30 tahun dari sekarang guru tersebut masih terasa dalam ingatan kita paling dalam.


Jembatan Lamnyong, 25 November 2017



Yang Terdalam.



Minggu, 09 Juli 2017

Alvawan Nazmi; Surat buat Pak Azwardi dalam bentuk KADO tentang Resensi Buku Menulis Ilmiah



Judul       : Menulis Ilmiah
Penulis     : Azwardi, S.Pd., M.Hum.
Penerbit  : Bina Karya Akademika
Terbit      : 2008
Tebal       : 269 Halaman
Harga      : Rp60.000,-

Saat ini, buku tentang Menulis Ilmiah paling kuat menjadi rujukan adalah karya Azwardi Kumpulan Artikel diterbitkan oleh Bina Karya Akademika (BKA) pada tahun 2008. Cobalah periksa cover pertama adalah sumber utamanya. Kekuatan buku ini juga terlihat dari catatan “Ilmiah” bahwa paling menonjol dalam buku ini.
Kualitas buku ini tak lepas dari rekam jejak Azwardi yang cukup mendalami persoalan-persoalan tentang ilmu bahasa yang penulis miliki, dan persoalan cara menulis Ilmiah yang lain sekiranya menjadi referensi terhadap mahasiswa/i.
Biasanya seorang penulis hanya memerlukan beberapa waktu untuk menulis, mengarang dan memproduksi topik. Penyusunan buku ini unik yaitu didasari pada praanggapan dalam memahami konteks kualitas pembelajaran untuk pengembangan bahan ajar oleh staf pengajar sesuai dengan spesialisasi ilmunya dan juga menjadikan inspirasi bagi pembaca dalam penelitian yang luar biasa.
Menulis Ilmiah bukanlah sekedar masalah, dalam masalah menjadi tantangan untuk Menulis Ilmiah. Persoalan Menulis Ilmiah adalah kesenjangan antara kemauan dan kemalasan. Jadi, apa masalahnya sekarang?
Buku ini juga bukan hanya sekedar menjelaskan tentang Menulis Ilmiah saja, melainkan buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana masalah dalam pembelajaran menulis ilmiah, dan memperkaya referensi, mahasiswa atau masyarakat umum.  
Selain itupula, buku ini juga menceritakan berbagai topik dan pembahasan sebagai pengantar keilmuan menulis yang hidup dikalangan masyarakat, mulai dari kebiasaannya, caranya menulis, dan lain-lain hal yang dapat dipelajari dari buku ini.
Menurut penelitian yang dikutip dalam buku ini, halaman 327 berjudul “Indeks” ada dimuat dalam buku tersebut, mengapa? Jika itu dimuat kenapa buku lain tidak ada, hanya sebuah judul baru mungkin, maka itu berarti itu tidak menjadi persoalan karena bisa dimaklumkan.
Buku ini juga menjelaskan dalam bentuk kalimat yang tidak terlalu rumit sehingga mudah dipahami oleh pembacanya. Walaupun disajikan dalam kalimat simple yang sederhana, buku ini tidak menyajikan gambar, melainkan hitam-putih saja namun relevan dengan topik yang dibicarakan dan cukup memberi gambaran informasi yang jelas. Itulah yang menyebabkan buku ini terasa sedikit membosankan, namun sangat berguna bagi kita.

(+)    
-  Informatif, lengkap, dan logis.
- Menggunakan kalimat yang sederhana sehingga memudahkan yang membacanya.
          -  Terdapat sumber yang jelas.

(-)     
- Desainnya tidak menarik.
- Gambar yang disajikan tidak ada.


 *Nantikan Surat untuk Pak Dr. Wildan, M.Pd. Selanjutnyaa...

Selasa, 31 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Maulidi Saputra Sang Gitaris Gaul

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh



Sheiiiiitttt, Fuck the Hell Molidi.

Cowok brengsek satu ini adalah teman kampretku masa dulu di MAN 3 Rukoh. Banyak kebejatan yang kami lakukan. Mulai dari pipis di toilet misteri, merokok depan sekolah (Kios Ngoh). Nyontek bersekala besar. Gangguin teman cewek dalam kelas dan masih banyak lagi. Kami selalu bermain bersama di sekolah. Kekompakkan kami menuai keirian dengan kelas lainnya.

Teugoh sms keu ayang, bek karu-karu beh :D

Setiap istirahat, kami selalu merokok diluar sekolah. Dari dulu memang molidi sangat aktif merokok. Lihat saja, mukanya seperti kentang goreng, tipis namun renyah. Dia selalu memakai kacamata hitamnya ke sekolah. Karena kami penasaran; bagaimana bentuk wajahnya, aku memaksa melepaskannya.

Kami sempat berantem cilet-cilet, karena dari sisi lain aku dipancing oleh si Pan Panjang (kamu tahu orangnya siapa). Untuk mencoba membuka kacamatanya.

Kegilaan penuh kegilaan atas apa yang kami lakukan. Dia tidak sombong, baik juga tidak. Tapi mempunyai perangai yang ramah. Untuk urusan cewek dia paling gatal waktu dulu, namun tidak pernah terlihat saja oleh teman lain. Dia tahu cewek yang cantik, bahenol, dan asoy. Namun tidak berani mengungkapnya.

Tak ada angin, tak ada hujan. Dia sekarang menjadi Jagoannya. 
Tanpa pemberitahuan yang jelas, akhirnya kampret ini menikah dengan cewek cantik.
Entah bagaimana dia bisa mendapatkannya? Aku aja turun gunung naik gunung, tapi belum mendapatkan cewek idamanku. Tapi, alam berkata lain. dia berhasil menikah lalu mendahuluiku.

Brengsek !

Bahagianyaa.... Aku ikut bahagia juga :)

Sebenarnya dia anak Band, jago main gitar. Dan terinspirasi dari Grup Band Radja. Gitaris Molidi. Di kelas, kami sering memainkan musik, mulai dari pukul meja, bawa gitar kapok, dan menyanyikan lagu kesukaan kami. Sehingga kami berteriak seperti orang gila. Dan menganggu kelas lain.

~Dulu kami sering memutar lagu LinkinPark di HP~

Kami dulu adalah sekumpulan orang Brengsek. Saking brengseknya, aku dan teman lain sering dipandang negatif oleh kaum cewek. Tapi, tak apalah. Badai pasti berlalu. Sekarang kami bangkit menjadi Pria baik, dan Suami yang baik untuk Istri dan Anak Kami. Kelak. *TOS

Setahuku, dia sekarang menjadi penguasaha dapur. 
Memiliki Istri yang cantik.
Mempunyai Penghasilan yang Sehat.

Kadang kami rewel, Kadang juga kami ribut. 
Itu semua mempunyai cerita, yang tak bisa hilang dari memori kami.

So, "Ik ben blij met elkaar eens, het spelen van muziek zoals bedelaars op school, mis ik een lange tijd en ik wil het weer terug ..." *jerman

Minggu, 29 Mei 2016

Alvawan Nazmi; Surat buat Cut Riska Aliana di Awal Ramadan 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

“Aku bodoh..”.
Kira-kira itu yang terletak dalam otakku saat ini. Dia jauh lebih pintar dariku, dan banyak akal. Dia tidak suka diganggu dan tidak pernah ada cowok yang menganggu dia. Karena badannya yang kekar seperti anak lelaki pada umumnya. Jadi, para cowok enggan untuk mendekatinya.
Aku enggan menulis cerita atau sub biografinya disini. Karena tidak ada cerita hebat tentang dia dalam memori kecilku. Hampir semua teman di sekolah MAN 3 Rukoh kutulis disini, tapi entah kenapa kini aku menuliskannya.
Dia adalah Cut Riska Aliana. Tinggi 169 cm, berbadan sehat (gemuk dikit) bibir melebar, dan persis seperti Ibu PKK. Postur tubuhku dan dia tidak jauh berbeda. Kami memiliki kesamaan, terutama bentuk wajah. Iya, muka kami terlihat lebih tua dari umur kami.
Senyumnya Itu Lho. :D
Dia tidak cantik. Cuma keadaan yang membuat kecantikkannya bersinar. Dia tidak seperti cewek lain. Jarang sekali menata wajahnya, begitu pula dengan fashionnya, tidak dipedulikan sama sekali. Heran saya.
Aku tidak pernah tahu tentang pribadinya yang dalam. Sehingga aku menerka-nerka. Seperti abang Mulkan, aku kira itu abang kandungnya, tetapi itu hanyalah tipuan semata. Guru yang bernama Ibu Cut, aku kiranya ibunya, tetapi itu hanya muslihat semata.
Begitupula dengan status dia sekarang. Dari dulu dia tidak pernah tercium bau asmara dengan cowok lain. Sampai sekarang aku tidak tahu.
Hmhm.. .. :D
Aku ngak tahu dia sekarang bagaimana, keadaannya, bahkan status tinggalnya sekarang aku tidak tahu. Belakangan ini dia sering pergi sana-sini. Terakhir di Jogja.
Dia very nice, dan sangat terjaga kewibawaan harkat wanitanya. Sangat very ke Ibu-ibuan. Sangat beruntung mendapatinya. Karena well, dia princess satu-satunya dalam keluarga, dan abangnya ada dua. Setahuku.
Oke, cukup itu ulasan tentang dirinya. Dimana pun kamu berada, tetap kasih yang terbaik buat keluarga ya, sahabat dan orang terdekatmu. Tetap Semangat ! 
End.

Kamis, 14 April 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Ms. Erli Marlina yang SOK

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

Erli Marlina

Dia sok; sok pintar, sok tahu, sok-sok-an. Aku bisa menilainya dari dulu. Tingginya 165 cm, kurus, wajahnya kayak ibu PKK, lembut, karena kutahu aku pernah memegang tangannya. Bersih, putih, latah, takut, phobia terhadapku. Aku ngak tahu kenapa, ketika melihatku dia selalu saja menghindar dan lari dari kenyataan. Tanpa kusadari, aku binggung sendiri, atas apa yang pernah kulakukan atau apakah aku dianggap paling ditakuti selain SETAN. Aku tidak mengerti.

Ketika itu, seragam baru milikku tercium wangi, menandakan baju itu baru saja kubeli. Hari itu, mendung. Pertama kali masuk sekolah Man 3 Rukoh, aku tidak begitu peduli dengan orang sekitar termasuk para cewek. Bagiku mereka biasa saja. Mereka selalu pergi bersama-sama dan mempunyai kelompok atau grup. Aku tidak heran. Akan tetapi perasaan yang menyebalkan itu timbul. Aku bisa menerawang lawan terberatku di dalam kelas adalah seorang cewek.

Selama seminggu di mulai proses pembelajaran.  Aku terus saja bermain dengan teman para cowok tolol (kamu tahukan teman mainku siapa saja?). Ketika itu,  pelajaran Matematika masuk, Nama gurunya Buk Raihan. Minggu demi minggu semua pelajaran masuk. Aku sudah merasa letih, kusut, seperti orang bodoh. Gagasan ilmu yang kutuangkan dalam kelas di banting begitu saja oleh cewek sok ini.

Perdebatan demi perdebatan dimulai. Perang antar suku tak henti-hentinya. Dia sudah kelewatan kepintarannya. Jagonya sudah tidak bisa dikontrol, semua anak cowok benci kali melihat dia. Tapi dengan kepintarannya dan kebodohan terhadap diriku aku selalu saja mencontek punya dia. Semua anak cowok goblok berharap ilmu kepadanya.

Tiap pagi, kalau saja ada tugas PR pasti dia selalu diburu oleh semua cowok. Apalagi kalau tidak mencontek.

Semua telah terjadi, kelas 2 kami pisah begitu juga kelas 3. Tapi masih satu sekolah cuma beda kelas. Tidak ada lagi perdebatan, tidak lagi ada perang suku.

Semuanya hampa.

Sekarang dia masih sama, SOK. Pergaulannya tidak jauh. Dia tertutup sekali. Dia orang rumah. Susah kali berteman dengannya. Dia pilih-pilih dalam hal pertemanan.

Pertanyaannya adalah KENAPA KAMU BEGITU? ERLI MARLINA. Kamu harus jelaskan kepada publik. Beri kami keterangan. 

Oke begitu saja ya. Aku benci melanjutkan surat ini. Hufp.
Itu aja ya. Oke itu aja. LOL.

Rabu, 13 April 2016

Review Alvawan: Cerita singkat untuk Talita Rahmata

Tahun-tahun lalu, aku biasanya nulis tentang kejelekkan yang kuhadapi dalam kehidupan ini, tahun 2016 aku akan lebih banyak menulis tentang/review orang terdekat, keluarga dan berbagai macam hal. 

Sebelum sempat finising tulisan ini, musibah datang. Ayah terbaik di dunia meninggal. Pada tanggal 21 Maret 2016 pukul 17.46 (sore) di Banda Aceh. Sebelum meninggal, aku sempat menceritakan tentang perempuan ini sama Ayah. Karena waktu itu Ayah sempat melihatku sedang mengecek potonya. Lalu tiba-tiba Ayah bertanya "Dia orang mana?" Aku menjawab "Sigli Yah." dan Beliau memberikan senyuman terbaiknya.

Tulisan kali ini adalah untuk seorang special yang belum pernah kutemui. Perempuan ini bernama Talita Rahmata, biasa dipanggil Rara. Aku mengenalnya di BlackBerry Masengger. Ya, disuatu tempat grup BM. Pertemanan kami berjalan alot di BM. begitu juga lewat Telepon, kami terus bercerita. Karena sering aku menelepon, suatu ketika teleponnya tidak pernah lagi diangkat (mungkin sibuk). Dan setelah itu aku tidak memberanikan diri untuk menelepon. Sewaktu-waktu, kami seringkali membahas tentang masalah kuliah, 3 sahabat cowoknya yang selalu memberikan warna terhadapnya. Ya, begitulah. Kami mempunyai banyak cerita. 

Saat ini, Ia sudah menyelesaikan sidang untuk Sarjana Ekonomi di salah satu Universitas di Banda Aceh. Sedangkan aku sedang mengajar nyut-nyut di Tapaktuan. Ia sering capek, dari pagi pergi sampai sore pulang demi mendapatkan Sarjana. Suatu perjuangan yang berarti buat dia. Aku sering memberinya motivasi dan semangat dalam menjalani semuanya. 

Selama berbulan lamanya pertemanan di BM. Aku menaruh segala potonya di HP. Ini adalah langkah, dimana aku akan selalu melihat dia walaupun jarak antara ia dan aku sangat jauh. Namun aku memperhatikan dia selalu lewat Dunia Maya. 























Great.... Insyaallah kalau ada umur panjang, sampai ketemu di Banda Aceh ya....

Jumat, 04 Maret 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Banta Chairullah Warior dari Aceh Tamiang

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku.Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh

Cerita tulisan boleh singkat tapi cerita fakta sangat panjang. Walaupun singkat, inilah yang bisa kutuliskan, saking banyaknya bayangan kau dalam otakku sehingga menjadi panas, barulah kutuangkan disini. Jadi simak baik cerita ini.

Apa kabar men, apa yang kau lakukan disana. Bagaimana dengan The Boxing ninja Warior kau. Sudah ada peningkatan? Ronde terakhir aku yang menang ketika Gaya Boxing ala Smack Down ku menang dengan Boxing Ninja Warior kau, hak-hak.

Aku akan bercerita tentang seorang teman yang selalu bersama-sama, suka cita, telah kami alami dan kami rasakan hebat. Ketawa, senang, bahkan perselisihan, hampir adu jotos pernah aku alami, tapi sayang hal adu jotos tidak terjadi. Aku pengen sekali berantem beneran sama dia, tapi aku tidak sanggup untuk memukulnya, bagiku dia adalah teman baikku selama hidupku yang ku kenal.

Dia adalah Banta Chairullah, aku memanggilnya bejat cantoi, alias caca gelik, alias canta acing. Teman geblek, tolol, gila yang pernah aku temui di jagat ini, mempunyai pengalaman yang tak terbayangkan dalam hidupku. Banyak ilmu yang aku serap dari dirinya. Seperti gaya dia berbicara yang alot dengan penuh intonasi yang menggelikan, teknik kumunikasi yang dalam, serta pengalaman hidup yang menyenangkan, seperti melacak cewek yang lagi jomblo untuk dipacari, memahami dan meneliti kenyamanan cewek, apa sih cewek butuhkan dalam pacaran.

Hati-hati, jangan percaya, jangan kasih duit walaupun wajahnya menderita gitu


Aku mengenal dia ketika di kelas dua, MAN 3 Rukoh Banda Aceh

Dia pindahan dari sekolah SMA Kejuruan Muda Aceh Tamiang. Saat itu, dia diantar oleh makciknya kebetulan guru di sekolah tersebut. Semenjak itu, aku mulai menjalin persahabatan mucikari dengannya hidupku mulai tak karuan lagi. Banyak cerita dan kejadian yang aku alami bersama dia. Seperti, perdebatan, pertikaian, kepahitan, senang, menderita, sampai-sampai kami pernah tidak berbicara selama 2 bulan lebih.

Banyak yang harus kutulis disini tapi tanganku tidak sanggup untuk menuliskannya. Karena banyak kali kasus cerita yang aku alami dengannya, dia adalah teman baik, yang pernah kutemui dalam hidupku, teman yang dulunya memberikan ilmu kehidupan, inspirasi dan motivasi kuat untukku.

Hal yang ingin kusampaikan kepadamu ketika bertemu nanti adalah jangan pernah merubah kebiasaan kau dulu, kebiasaan yang pernah kita alami, kebiasaan kau itu yang membuatku enjoy bersahabat denganmu.

Aku tahu, sudah hampir 5 tahun kita belum bertemu semenjak tamat kuliah tapi bukan itu yang menutupi persahabatan kita. Tetap komunikasi ya bro. sampai bila-bila nanti kita pasti akan ketemu dan melakukan sesuatu geblek, tolol dan bodoh lagi, yang kita lewatkan semasa dulu. HAK.LOL.

Kamis, 25 Februari 2016

Alvawan Nazmi; Surat Untuk Razaq Al Husaini Setelah 8 Tahun lamanya

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh


Aku akan bercerita sangat detail kali ini. Karena well, teman satu ini tidak pernah dan susah aku lupain. Terlebih dahulu, aku sampaikan permintaan maafku. Mungkin kalian membaca agak kurang sreek tentang bahasa tulisannya agak kasar. Karena well, memang beginilah gaya bahasa pertemenan busuk kami. 

Dimulai dari hari yang cerah, aku ngak tahu tanggal berapa dan hari apa waktu itu. Yang kutahu aura pagi itu tidak enak, karena aku bisa mengendus tajam dari hidung pesekku yang melebar. Aku ngak tahu pasti dari mana dia datang, entah dari planet mana. 

Katakanlah dia muncul pertama kali dari sudut lorong, dekat tangga. Dia berjalan dengan Guru Matematika menuju kelas 2 lantai 2. Aku sempat melihatnya dari kejauhan tapi ngak lama, karena merasa segan sama Buk Matematika, aku merogos masuk ke dalam kelas begitu saja. 

Dia merasa sok keren, dan berdiri disamping Buk Matematika saat berada dalam kelas 2. 
"Nanti ketua kelas, ambil meja di gudang ya, buat teman kalian" kata Buk Matematika sambil memandangku tajam. 

Ya, saat itu aku menjadi Ketua Kelas yang kedua kalinya. Berkat badan dan suaraku yang meruak-ruak tiap kali menggila kalau ada saja ada kurang beres dalam kelas. Karena aku ketua kelas sekarang, jadi soal meja dan kursi aku yang ambil di gudang sekolah. Kampret !
Buk Matematika sempat bilang lagi, “ini ada anak baru, baik-baik ya” sambil Buk Matematika meninggalkan ruangan kelas.

Hmhmhm… Saat itu, Kriminalisasi muncul dalam otakku seketika. Bau-bau kejahatan sempat tercium dari sekujur badanku; Seperti membuat perjanjian preman dalam kelas, mengintimidasi dengan kata-kata jorok. Tapi sayang. Hal itu tidak bisa kulakukan, karena aku tahu, jabatanku sebagai ketua kelas harus melindungi yang lemah dan selalu bersikap baik. 
Dan juga aku ngak tega melakukan hal seperti itu kayak di film-film. AKU JUGA MANUSIA.

Setelah itu, aku berbaik hati mengambil meja dan kursi. Tiba-tiba Buk Guru Bahasa Inggris masuk kelas. Anak koncrot tadi pura-pura ngak tahu apa-apa. POLOS tanpa dosa KOTOR. 
Lalu, absen pun berjalan. Dan diakhir-akhir itu. Guru Bahasa Inggris bilang sambil melihat sekeliling, "Ada yang belum dipanggil?". "Ada Buk". Nyahut seorang cewek yang kutaksir di dalam kelas. "Siapa?". "Anak Baru Pindah Buk". 

Tak lama, anak baru tadi, maju ke depan dan memperkenalkan kepada kami secara resmi. Karena hari itu pelajaran Bahasa Inggris, jadi soal memperkenalkan harus juga dengan Bahasa Inggris. Oh ya, begitukah ! cara mempersilahkan/menyebutkan nama brengseknya dihadapan semua teman-teman dengan pakek bahasa inggris. TOLOL.

“Hello, my is Razaq Al Husaini, I from bandung”

Semua teman-teman takjub melihat si kribo itu (julukkan tolol yang dikasih sama teman-teman kelas). Detik-detik dimana aku mulai tersingkir dari hadapan mereka. Karena well, aku memang bego, ngak pantas aku jadi ketua kelas. Akhirnya semua hak heboh, hak siar, hak terkeren, hak taksir aku direbut sama dia. Brengsek !

Dia kurus, putih dan memakai kacamata. 
Tunggu dulu! Kalian lihat sendiri saja poto dibawah ini. 

Tahun 2007 Lagi menikmati tahtanya

Tahun 2016, sudah keren, sering selfi dan makin berisi

Setelah aku berpisah batin sama temanku di kelas satu. Perselisihan terjadi dengan kejam dalam kelas 2. Aku sempat terusik atas kekuasaanku, karena teman kelas satu (5) Junaidi pindah sekolah. Dia bilang ingin pulang kampung. Semenjak itu, propaganda, kelicikkan, terus menghembus dalam kelas itu. Kepintaranku lenyap seketika. Aku seperti orang asing di dalam kelas itu. Teman cewek dari kelas satu (5) tidak menghiraukanku sama sekali. Mereka asyik dengan X Kuadrat sama dengan Y pangkat Sepuluh. 

Ruangan itu bukan seperti ruangan belajar lagi. Arwahku sudah mati, semangat belajar maksudnya. Banyak teman-teman cowok yang main liar di kelas itu. Lama-lama kepintaranku sudah bergantung sama Si Kribo tadi. Aku sudah pasrah dengan pengetahuanku. Banyak Tugas dan PR yang dikasih sama Guru-guru aku nyontek dengan hebat sama dia. Nilaiku anjlok seketika, sikapku sudah berubah seperti orang yang hilang ingatan, aku tidak tahu lagi harus mau gimana. Proses belajarku sudah rusak. Si Kribo terus menolongku walaupun dia tidak benar-benar menolongku. 

Semenjak kedatangannya, hidupku sudah mulai rusak. Aku kalah dalam persaingan. Aku kalah dalam semua hal. I LOSE. 

Sampai sekarang, aku mulai berpikir. Banyak sekali yang mesti saya pelajari lagi di waktu dulu. Banyak pengalaman yang salah pas kulakukan di masa lampau. Pelajaran yang berharga adalah ketika pertama kali bertemu dengan orang asing. Orang asing itu adalah Guruku (bisa dibilang begitu), temanku yang pernah menolongku, membantuku, si KRIBO.

Masa lalu, aku tidak benar-benar jahat. Hanya saja kelakuan jahatku timbul karena dari faktor stres dalam hal belajar, rumah dan teman. Razaq Al Husaini, membuatku saat ini; menikmati atas namanya pengalaman. 

Dulu sempat terdengar kalau dia berkata "Belum pernah kutemui orang (aku) seperti ini." 
Jawabanku, sekarang kau temuikan? HAHA

Jujur, aku paling ngak suka kalau kamu berada dalam kelas itu. Tapi, ini sudah takdir. Kalau pun kamu tidak ada dalam kelas itu, SIAPA YANG AKAN MENGAJARKANKU BUAT EMAIL DAN AKUN FACEBOOK? iya, Facebook yang aku gunakan sekarang adalah suatu Ilmu yang kamu kasih ke aku, dan itu menurutku sangat berharga. 

Terima kasih sudah memberikanku pengalaman hidup; cara bergaul, cara bersikap, dan cara menerima dengan ikhlas. 

Mohon maaf di masa lalu; Aku bersikap kurang adab, kata-kataku yang selalu jorok, bertingkah aneh dihadapanmu. 

Ketahuilah teman. Aku sangat bangga terhadapmu, dan..... I MISS YOU.

Jumat, 12 Februari 2016

Alvawan Nazmi; Surat untuk Isra Rahmi di awal Tahun 2016

Tulisan ini saya didekasikan kepada temanku yang mengenal akan diriku. Angkatan 2008, Man 3 Rukoh Banda Aceh.


Nama dia Isra Rahmi, panggilan curet. Iya, curet. Entah siapa yang memberi nama kotor itu untuk dia. Oke caulm down. Orangnya biasa aja. Tapi banyak yang bilang badan dia kurus kering, tingginya 166 cm, setahuku. Kalau mau lihat ciri-cirinya silahkan lihat poto dibawah ini:



Dulu di MAN 3 Rukoh, aku salah satu cowok yang nembak dia secara langsung. Tapi cuma adengan rekaan. Ya. Saat itu, pertama kali masuk sekolah, kami kenak ospek sama kakak leting. Kami digenjet habis-habisan. Waktu itu, ada kakak letting yang gerjain aku.
Karena aku terlihat bego dan malu-maluin. Aku disuruh kasih bunga sama cewek tadi yaitu Isra. ‘Nih, bunga,’ kataku.

Momen seperti itu belum pernah kurasakan sebelumnya… GILAAAKK MEN, itu pertama kali nembak cewek depan orang banyak. Tapi cuma sandiwara saja. HUFP.

Dia termasuk salah satu cewe yang terkenal di sekolah dari Kelas 1 sampai kelas 3. 

Pertama kali masuk kelas 1, aku merasa canggung dengan dia, kayaknya perasaanku udah punya pacar gitu. Sebenarnya pengen aku dekatin, karena muka dan badanku tak memenuhi kriteria, aku akhirnya memudar.

Masih di kelas 1. Banyak cerita tentang kepedeannya dihadapan teman lain. Misalnya ada kegiatan PMI di Aula. Dia selalu bisa, mencuri perhatianku dan teman lainnya. Dia selalu cuek kepada cowok, kalo diajak gomong pasti dia melihat kemana-mana. Paling kesal.

Aku gak tahu apa yang sebenarnya terjadi tentang asmaranya. Dia tertutup. Mungkin dia milih jomblo dari kelas 1 sampai kelas 3. Aku ngak tahu pasti. Dan sampai saat itu statusnya belum jelas apakah dia pernah pacaran dengan cowok lain atau ngak?

Aku ngak berani macam-macam dengannya. Dia terlalu pintar untuk membuat suasana jadi kacau menjadi tentram. Pernah sewaktu aku godain tapi godaan aku belum mempan. Mungkin harus dibumbumi dengan cabe nuklir.

Ini ya, aku kasih tahu sama teman yang lain. Isra itu susah taklukkan.

Semenjak kelas 2 dan 3 aku berpisah dramatis dengannya, tidak ada canda dan tawa lagi, tidak obbrolan intim lagi, tidak ada curi pandang lagi. Semuanya buyar, gone, and meledak.

Aku tidak lagi mengenalnya seperti dulu, cuma mengenalnya seperti itu saja.
Akan tetapi, momen itu masih membekas dalam pikiranku. Momen penembakkan tolol itu; tolol karena aku mau menembak dia dan kasih bunga untuk dia.

Dimanapun kamu berada, aku cuma bisa berdoa; supaya kamu panjang umur, sukses selalu dan mendapat jodoh sesuai harapanmu.

*doa seorang lelaki bodo

 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.