Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2015

Suatu Pertanyaan?





Saya suka pertanyaan. Terutama pertanyaan yang datang dari mulutmu yang tak henti merenyeh. Iya, KAMU, seorang Mahasiswa/i yang lalai dengan kesibukkannya yang tak jelas dan sering melakukan hal-hal yang sama, lalu membosankan, tapi selalu mengusik hati saya ketika melihatnya.
Suatu kali, misalnya, kamu pernah bertanya, “Mengapa Daerah kita tidak maju-maju dari sektor seluruhnya, (maju tidak, mundur iya) di Aceh Selatan?”
Pasti sulit sekali untuk memajukannya dari berbagai sektor tertentu yang ada di Kabupaten ini. Kita tahu ada orang-orang yang hanya menangis dalam hati sambil memandangi keluar jendela kantornya. Jendela mobilnya. Jendela rumahnya. Atau jendela mobil labi-labi.
Tapi begitulah caramu bertanya. Sesuatu yang aku sukai sejak dulu. Sampai sekarang.
Di manakah dirimu sekarang? Masihkah kamu mengajukan pertanyaan yang tak penting dan aneh ini? Apakah kamu masih suka memandang keluar jendela. Jendela rumahmu. Jendela kamarmu. Jendela kantormu. Jendela mobil labi-labi yang membawamu pergi dari daerah cahaya menuju daerah miskin.
Semoga kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada. Aku tahu hidup tak selalu ramah padamu. Begitu pula teman-temanmu. Tapi bukankah begitu adanya roda kehidupan? Bukankah daerah yang maju selain mendatangkan keuntungan juga membawa malapetaka, seperti Korupsi?
Kita bergerak dan mengelak dari satu malapetaka ke malapateka berikutnya. Kadang berhasil, sering kali gagal. Pada setiap keberhasilan dan kegagalan kita mendapatkan pelajaran. Lalu, kegagalan bukan akhir segalanya, ya kan?
Apa yang kau dapatkan selama puluhan purnama sejak kita kita berpisah? Asmara? Keriaan? Kemasyhuran? Kepedihan? Kehilangan? Pekerjaan baru? Kesejahteraan?
Apa pun itu, aku berharap semuanya membuat kamu makin kuat; kuat seperti kerbau.
~~~Selamat Milad Staitapaktuan, Mahasiswa/i, saya senang berada disini.
Jadi, tahukah kamu mengapa daerah kita tidak maju-maju dan berapa tahun lagi untuk bisa maju?

Selasa, 03 Februari 2015

“Dosen dan Mahasiswa”

Saya akan coba menuangkan peralatan di dalam pikiran ini ke sebuah tulisan.
Dosen adalah seorang tenaga pendidik yang bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa. Dosen hanya mendapat lebih dahulu ilmu tersebut, bukan berarti dosen itu yang paling tahu. Dosen itu mengajari bukan hanya dengan ilmu teoritisnya tetapi juga dengan sikapnya di dalam ataupun di luar kampus.
Mahasiswa adalah subjek yang dapat menjadi labil dan bahkan melebihi kelabilan para siswa SMA. Mahasiswa adalah titik dimana jati diri seseorang dibentuk dan merupakan titik kritis dalam perkembangan hidup seseorang. Ketika pada masa SMA dia sangat rajin, bisa jadi saat mahasiswa dia malah berbalik menjadi sangat pemalas. Umumnya perkuliahan tidak dilakukan serutin saat masa SMA karena ada kemungkinan jeda saat jam atau hari tertentu. Pola belajar yang sangat individu semasa SMA juga menjadi masalah karena mahasiswa dituntut untuk mampu bekerja secara individu dan kelompok.
Mahasiswa harus mampu berfikir kreatif dengan memanfaatkan nalarnya. Otak untuk dapat berkembang juga harus dipacu kemampuan nalarnya. Ada baiknya antara kemampuan menghafal dan bernalar dapat saling bersinergis agar kemampuan mahasiswa lebih lengkap.
Ilmu pengetahuan merupakan hal utama yang harus dikejar oleh mahasiswa. Ilmu pengetahuan dapat berupa perubahan pola pikir dan tingkahlaku mahasiswa kearah yang lebih baik. Pola pikir dapat diartikan sebagai pengetahuan secara teoritis yang diawali dengan ketidakpahaman menjadi lebih paham, dapat juga dari ketidaktahuan menjadi tahu. Pola pikir dapat berupa kemampuan otak untuk bisa lebih kreatif dalam bernalar dari sebelumnya, termasuk kemampuan dalam memecahkan masalah.
Masalah yang kami hadapi sekarang ini adalah masalah yang pastinya sudah menjadi hal yang lama dibicarakan oleh masyarakat di Aceh Selatan. Sekarang, kami sedang meneliti tentang cerita rakyat di Kabupaten Aceh Selatan tentang Misteri Tuan Tapa yang ceritanya masih simpang-siur ditengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membangun kembali jaringan cerita rakyat yang relevan tanpa memultimatum cerita yang tidak sebenarnya menjadi cerita rekayasa dikalangan masyarakat. Artinya, penelitian ini sangat penting untuk Mahasiswa dan Dosen menelusuri cerita yang paling nyentrik di daerah penghasil pala terbesar di Aceh, karena daerah ini menjadi icon positif terhadap lambang ibukota Aceh Selatan. 
Tulisan ini ibarat tempat bercermin agar bisa lebih baik. Terkadang, kita pergi ke daerah orang sana, lalu bercerita tentang daerah kita sambil mengada-gada. Sehingga ketika orang daerah sana pergi ke daerah kita, kemudian ditelusuri, maka otomatis ceritanya sudah pasti berbeda.
Melihat kekurangan daerah kita, agar mampu menutupinya, dan mampu memperbaikinya. Ada baiknya Dosen dan Mahasiswa bisa saling berkerjasama, semua saling melengkapi, dan saling mendoakan pasti penelitian ini akan suskses. Ilmu bukan sekedar ditebar lalu ditinggal begitu saja dan membiarkannya ditumbuhi semak belukar. Ilmu harus ditebar, “dikasih tahu kepada orang yang belum tahu, lalu bagi yang tahu harus dikasih tahu”, sehingga yang menjadi janggal wajib dipertanyakan dan mencari jawabannya dengan segera. Ketika mencari, maka kita akan memberi jawaban lebih banyak. Ketika sudah dapat jawabannya, maka kita harus siap memberi kepada orang lain dan menjadikan lebih bermanfaat.

*Hormat selalu kepada dosen-dosen Staitapaktuan.
Ekspetasi tinggi juga kepada para Mahasiswa/i Staitapaktuan karena akan menjadi penerus bangsa.

Jumat, 24 Oktober 2014

Buku Kulit Pisang dan Shadow Master Picture

Hay Rakan..

Novel Kulit Pisang sudah selesai dicetak 16 Oktober kemarin.
Aku menunggunya, layaknya suami menunggu istrinya melahirkan. Aku gelisah, takut nanti bakal jadi apa buku nanti pas dicetak.

Berikut shadow master picturenya;

terlihat wajah menderita
terlihat belakang, seperti habis dianiaya
terlihat tengah, seperti disakiti
terlihat sosok ibu memegang buku DOSA


Pada awalnya aku mengirimkannya ke penerbit Bitread, buku akhirnya bisa terbit tapi dalam bentuk e-book. Karena masyarakat Aceh sukanya instan, tidak suka repot, maka bukuku belum ada beli dan aku menciptakan ide untuk dicetak sendiri. Sadis bangetkan hidup ini, ya aku tulis sendiri, editor dan cetak sendiri. hup.
Nah, kalau kalian ini memesannya; caranya adalah...
Kalau pengen dicetak kalian bisa ngirim format pemesanan begini, dalam bentuk 2 hal;

Pertama format pemesanan begini, untuk cetak POD atau E-book ke Bitread; Nama_Judul Buku_Nama Penulis_Jumlah Buku_Alamat. Kirim ke email info@bitread.co.id.

Kedua format pemesanan, untuk cetak biasa dari Aku.
Nama_Alamat_No, Handphone
Kalian bisa menghubungiku ke email : ichwannazmi00@yahoo.co.id

Hari Sabtu lalu, alhamdulillah peluncuran buku aku berjalan kidmat. Di kampus Staitapaktuan.


Bagi pembaca yang udah membaca bukunya 3 hal dariku saja, hehe.
Selamat membaca..... Semoga kalian semua bisa tertawa, lalu menangis, dan memungut sesuatu untuk kalian ambil. 

Rabu, 15 Oktober 2014

Sang Pendirect yang 'Fenim'enal

Aku sekarang lagi sibuk ngurusin novel yang udah dicetak lepas. Sibuk hal penyet itulah, promosi dan memperkenalkan novelku kepada pembaca. 

Dari pada itu aku mengajar di Kampus Staitapaktuan. Ya, kalian tahulah mencari sesuap nasi. Kali ini aku mendirect sebuah opera drama musikkal untuk Mahasiswa, setelah panjang lebar latihan serta penuh darah untuk menyelesaikan scene demi adegan. Akhirnya sukses juga. Kami tampil di Hadapan Guru Besar IAIN Sumatra Utara dan Bupati Aceh Selatan. Semuanya itu menjadi sempurna dan lega seusai tampil. Perasaan campur aduk. Ini adalah pengalamanku pertama mendirect semuanya. Waktu latihan kami, tertawa tumpah ruah, Mahasiwa nyaman dan santai untuk ikut kerjasama. Sangat disiplin dan tentunya mereka sangat antusias dalam kegiatan ini.
Salut. :)


sok serius, padahal aku ngak bisa apa2. :D
gini ya... Haha


 

Total Tayangan Halaman

Alvawan Nazmi. Diberdayakan oleh Blogger.